Aja Were

Puyung

Puyung artinya kosong dalam bahasa Balinya yaitu tidak ada sesuatu yang tampak, tidak ada sesuatu yang bersuara. Maka pikiran menjadi hening.

Seperti halnya ketika kita melakukan muspa puyung yang bertujuan untuk dapat mengosongkan dan memusatkan pikiran untuk dapat membersihkan atma atau jiwa kita untuk dapat memusatka pikiran kepada yang dipuja.
 
Diceritakan dalam terjemahan Lontar Medang Kemulan pada awal bhuwana agung ini tercipta, 
Berdirilah Ia di antara langit yang kosong. Tidak ada sesuatu yang tampak, tidak ada sesuatu yang bersuara. Maka pikiran Beliau menjadi hening, lalu mengeluarkan mantra-mantra untuk menciptakan dunia, beserta isinya dunia.

Tersebutlah ketika itu Sang Pratanjala diutus turun membuat dunia. Berjalan dengan tanpa teman, (karena) diutus oleh Bhatari (Uma), maka turunlah Sang Pratanjala. Lalu menyembah dan mohon diri (kehadapan) Bhatara dan Bhatari.

Keringat mengalir dengan deras membasahi badan. Kemudian jatuh menimpa Bhatari (Gangga), maka keluarlah Bhatari Gangga. 

Pada awal mulanya ketika itu, keringat Bhatari mengering, maka keluarlah garam (uyah) dari badan yang rasanya sepat dan asin, jatuh menimpa Bhatari Gangga, lalu kelurlah Bhatari Samudra; dilihatnya
badan Bhatari, keluarlah tanah dari badan, jatuh menimpa Bhatari Samudra, (maka) keluarlah Bhatari Prthiwi; (kemudian) dataran bumi menjadi melebar, berpayungkan hamparan langit yang lebar. 

Pada awal mulanya ketika itu,
beliau kembali beryoga, mengucapkan mantra untuk membuat dunia.

Dari yoga Sanghyang Dharma, keluarlah maha-padma, sebagai pelengkap dunia.
Kemudian keluarlah matahari dan bulan sebagai penerang dunia; keluar gugusan bintang-bintang, sebagai hiasan pada dunia. 
Kemudian) keluar Panca Mahabhuta sebagai zat dunia; (kemudian) keluar catur pramana (antara lain) apah, teja, bayu dan akasa. 
Sehingga jiwa anda bhuwana menjadi lengkap dan kuat.
Demikianlah sekilas disebutkan yang sampai sekarang ketiga dunia Tri Loka menjadi sempurna oleh yoga Beliau, Ida Sanghyang Widhi dan para manifestasi Nya dalam menciptakan alam ini yang berawal dari kekosongan (luang).  
***