Aja Were

Perbuatan Keji

Perbuatan Keji adalah bentuk prilaku jahat yang tega membuat orang lain celaka.

Mereka dibutakan oleh perasaan dendam dan diselimuti oleh sifat krodha yang tak terkendali yang dapat menghujat orang suci, bahkan sampai tega membunuh seperti halnya prilaku yang tidak baik dari paham terorisme dll.

Dalam memaknai sad atatayi sebagai salah satu perbuatan asubha karma disebutkan bahwa berbuat jahat adalah dosa yang paling keji dan kesengsaraan itu juga akan berbuah. 

Ibaratnya kita menuai apa yang telah kita tanam

Dengan berharap orang lain celaka sebenarnya kitalah yang pelan-pelan telah meminum racun itu dan menggenggam bara api yang akan membakar kita sendiri kapan saja.

Ketika lingkungan menjadi tidak menyenangkan dan seseorang selalu menyimpan rasa dendam saat itulah benih ini akan dapat muncul.

Sehingga disebutkan, 

Bila kita merasa bahwa kita tidak dapat berbuat baik. 

Setidak-tidaknya jangan berbuat jahat dan itupun sudah merupakan jasa yang bermanfaat.

Dikisahkan dalam Mahabharata

Tersebutlah ada seorang yang bersifat keji dan tidak punya perasaan bernama Ashvatthaama.
Ketika dia membunuh para putra Drupadi ( secara curang dan keji ), 
Arjuna sangat berang. 
Ditangkapnya Ashvatthaama, diikatnya tangan dan kaki si pembunuh, lalu dibawanya ke hadapan Drupadi sambil berkata, 
“Inilah bajingan yang membantai putra-putramu. Akan kucincang dia! Engkau dapat meminyaki rambutmu dengan darahnya!” 
Drupadi menenangkan Arjuna dengan berkata, “Jangan kaulakukan hal itu. Mengapa?

Sambil berkata demikian, dipegangnya tangan Arjuna agar tidak menghabisi Ashvatthaama. 

Draupadi bersujud pada kaki Ashvatthaamaa dan berkata,
“Di kaki ayah Anda Drona acharya, suami saya mempelajari semua yang diketahuinya. 
Dan sebagai putra Drona acharya, 
pantaskah Anda menghabisi anak-anak saya? 

Bagaimana Anda bisa tega membunuh mereka yang tidak bersenjata, masih muda, tidur lelap, tidak menaruh dendam kepada Anda, dan tidak merencanakan apa pun untuk menyakiti Anda?”

Walaupun Draupadi menegur Ashvatthama atas perbuatannya yang kejam, semua itu diucapkannya dengan tenang. 

Sikap tenang seperti itu sering dapat menyelesaikan banyak masalah yang sulit. 

Dan janganlah engkau kehilangan kedamaian hati walaupun berada dalam keadaan yang sangat sukar. 

Apa pun provokasinya, 
Jangan berpikir untuk menyakiti atau merugikan siapa pun. 

Dan Draupadi pun akhirnya bertanya kepada Arjuna, 
“Jika Ashvatthaama kau bunuh, tidakkah ibunya akan menderita kesedihan yang sama seperti yang sekarang ku derita?”

Demikianlah disebutkan perbuatan keji dan jahat hendaknya selalu dihindari karena hanya akan memperoleh kesedihan dan kesengsaraan saja.

***