Arjuna

Arjuna adalah anak ketiga dari pandawa yang memiliki senjata busur / panah pashupata sehingga menjadi tak terkalahkan.
Bersifat jaya dan selalu optimis dalam meraih setiap kemenangan.

Dikisahkan Arjuna merupakan titisan Dewa Indra, raja semua Dewa dan memiliki sifat mulia, cerdik, berani, berjiwa kesatria, imannya kuat, tahan terhadap godaan duniawi, gagah berani, dan selalu berhasil merebut kejayaan.

Arjuna adalah tokoh yang paling rupawan diantara saudara-saudaranya.
Sehingga tidak heran, kalau Arjuna sering dianalogikan sebagai lelaki yang tampan, gagah, dan gentle di kehidupan kita sekarang.Arjuna lihai memainkan senjata panah. 

Dalam perang Baratayudha, Arjuna menggunakan Pasupati, nama panahnya, untuk membunuh Bisma, panglima besar Kurawa. 

Dalam perang juga, Arjuna dikenal sebagai ksatria tanpa tanding, karena saat bertempur, Arjuna tidak pernah sekalipun menemui kekalahan.

Selain Drupadi, Arjuna juga dikenal memiliki banyak istri karena ketampanannya, salah satunya yang terkenal adalah Dewi Srikandi yang membantu Arjuna membunuh Bisma.

Arjuna memiliki sifat seperti halnya :
  • Sifat Jaya yaitu senantiasa optimis tidak mudah putus asa.
Sifat itulah yang menyebabkan Arjuna selalu Jaya atas lindungan Hyang Widhi sehingga selalu menang dalam perang. 
  • Sifat optimis yang dimilki oleh Arjuna adalah ketika ia berperang melawan Jayadrata. 
Arjuna diejek atas kegagalan sumpahnya tetapi Arjuna tidak putus asa dan terus berusaha memenuhi sumpahnya.
Sampai akhirna Krishna menciptakan mendung tebal sehingga semua orang mengira matahari sudah terbenam.
Pada kesempatan itulah Arjuna memotong leher Jayadrata dengan panah hebatnya dan menerbangkan kepala Jayadrata sampai dipangkuan ayahnya yang sedang beryoga. Karena dahulu ayah Jayadrata telah bersumpah bahwa siapapun yang menyebabkan kepala anaknya menggelinding ke tanah maka kepala orang itu akan pecah berkeping-keping, maka Arjuna dengan cerdik memotong leher Jayadrata dan menerbangkannya kepangkuan ayahnya sehingga ayahnya kaget dan tanpa sengaja melempar kepala tersebut hingga menggelinding ke tanah dan akhirnya ayahnyalah yang ambruk dengan kepala pecah berkeping-keping”.

Demikianlah diceritakan sekilas kisah dari Sang Arjuna sebagai salah satu dari Panca Pandawa sebagaimana disebutkan dalam Hindu Dharma yang terangkum dalam Epos besar Mahabharata yang sangat terkenal.

Dan adapun kumpulan kisah Sag Arjuna dapat disimak yaitu sebagai berikut :

  • Di Gunung Indrakila, Shiva memutuskan untuk menguji keteguhan tapasya Arjuna , mengubah diriNya sebagai seorang pemburu.
  • Kitab suci Bhagawad Gita sebagai rangkuman yang dituturkan dari Yang Maha Suci Kresna dalam gundahnya Sang Arjuna untuk menegakkan dharma di dunia ini.
  • Berkat kegigihannya dalam berlatih, Ekalawya menjadi seorang prajurit yang gagah dengan kecapakan yang luar biasadalam ilmu memanah, yang sejajar bahkan lebih pandai daripada Arjuna, murid kesayangan Drona.
  • Penggunaan umbul-umbul, tombak dan kober juga akan selalu mengingatkan dengan peristiwa Arjuna dengan Hanoman yang dalam fungsi upakara dalam kehidupan di Bali sebagai penebus janji.
  • Dalam Drona Parwa dikisahkan setelah Rsi Bhisma gugur di tangan Arjuna dan sejak di hari ke-11, Karna mulai berperang sehingga segera membangkitkan semangat para Korawa.
  • Dengan degup jantung tak menentu melihat kecantikan Bidadari Supraba, Arjuna memacu kereta kencana Dewa Indra untuk menemui Niwatakwaca dan menantang sebuah pertarungan. Pertarungan sengit pecah.
  • Suatu saat, Perjalanan Arjuna tiba di Indra Loka, Dewi Urwasi ketemu dan membujuk Arjuna, untuk memadu kasih, namun ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan.
  • Dalam Salya Parwa dikisahkan pertempuran antara Salya dengan Arjuna berlangsung sengit, Salyapun langsung mengeluarkan Aji Candra Bhairawa. Tubuh Salya mengeluarkan raksasa yang langsung menyerang Arjuna.
  • Arjuna juga menyebutkan Sri Krishna dengan nama Sri Govinda karena Krishna adalah obyek segala kesenangan bagi sapi-sapi dan indera-indera.
  • Dalam menjalankan catur purusha artha, Arjuna mengatakan bahwa artha dan dharma yang harus menjadi tujuan hidup pertama manusia dibandingkan dengan kama untuk mencapai kemenangan.
  • Dalam kitab Parasara Dharmasastra disebutkan kitab ini diperuntukan untuk jaman kali yuga yang dimulai ketika dinobatkanya cucu Arjuna yang bernama Parikesit sebagai raja yang terakhir dari Astinapura.