Aja Were

Masa Tua

Masa Tua adalah masa senja yaitu tiada kebahagiaan yang diinginkan saat ini selain menjadi seorang kakek & nenek;
Saat-saat melewati masa tua yang diganggu oleh tingkah lucu menggemaskan dari sang cucu.
Bagaimanapun kayanya manusia yang sibuk dengan aktifitas dengan ketajaman pikirannya, suatu saat setelah usia memasuki senja, so.... pasti secara alamiah akan merindukan alam...ingin dekat dengan alam....ingin menyatu.....dengan kembali ke pola pola yang sederhana.
Makanan sederhana, pikiran sederhana, dan gaya hidup menjadi lebih sederhana pula.
Semilir angin sudah mulai menyejuk dari teriknya siang tadi, bukti hari sudah memasuki senja. Suara serangga pohon yang bernama Sunari mulai riuh melengking menghibur jagat raya, berpadu satu memanggil sang pencipta. " ini aku, melalui suara aku telah menyatu denganmu.......semesta........"

Mendengar suara alam yang dikeluarkan oleh Sunari, aku jadi teringat pada sebatang bambu tinggi menjulang yang diciptakan oleh leluhurku. Yang kerap kali dipergunakan sebagai pelengkap pada upacara yadnya

Lubangnya dibikin untuk mewakili Hyang berkuasa di semesta ini. Kotak sebagai "Om" Hyang Widhi penguasa alam. 
Kotak memanjang sebagai Ardha Candra hakekat Hyang Brahma sebagai mencipta bersuara Ang.
Bulat sebagai Windhu hakekat Hyang Wisnu sebagai pemelihara bersuara Ung, dan segi tiga sebagai Nada hakekat Hyang Siwa sebagai pelebur bersuara Mang.
Suaranya nyaring, memanggil setiap manusia untuk menyatu dengan alamnya, dengan penciptanya, sebagai ungkapan hati yang tulus untuk mensyukuri dan mencintai, "Aku menujumu untuk bersatu.......".

Suara sunari sebagai wakil suara alam (OM) yang kemudian menjadi pegangan (agem-ageman) setiap umat di Bali untuk bisa menyatu dengan alamnya, dengan Tuhannya. Yang kemudian tersurat dan tersirat kedalam pelaksanaan yadnya dan terangkum dalam kitab yang diberi nama Sundari Gama.
Sundari = sunari, keindahan suara alam
Gama = Agama, agem ageman.
Sundari gama adalah rangkuman suara alam dari praktek nyata yang telah menyatu dengan alamnya, dan "bukan teori diatas meja yang kerap berpridiksi dan berspekulasi....!!!!!"
Sebilah bambu kecil yang menghantarkan air suci bening dari sumbernya mengguyur kepala dan kerongkonganku dibawah pepohonan yang bergemuruh oleh suara sunari....
Kesejukannya menelusup ke ruang batinku meredakan panasnya siang di usiaku yang mulai senja. Kesejukan yang menyatu dengan alam semakin tertanam erat disetiap relung hatiku, yang menjadi langkah berpijak dalam upaya menata kehidupanku. 
Akulah Bali, yang menyejukkan proses kehidupanku dengan air suci "TIRTA" yang bersatu dengan suara alam dan terangkum dalam warisan leluhur yang diberi judul "SUNDARI GAMA". Agem-ageman yang menyatukan manusia dengan alamnya/Tuhannya.
***