Aja Were

Windhu

Windhu artinya bulat yang bermakna sebagai perputaran siklus hidup ini yang pada saatnya nanti akan kembali pula pada sumberNya.
Seperti halnya disebutkan dalam pembuatan jerimpen, kata windhu yang artinya suniya (sunia), dan suniya diartikan alam sunia Sang Hyang Widhi
Ibaratnya seperti hujan turun dari awan. Awan terbentuk dari uap air yang menguap dari laut. Air hujan menjadi sebuah saluran di bumi, merubah dirinya menjadi sebuah anak sungai dan menyatu dalam sebuah sungai besar, dan pada akhirnya mencapai lautan sebagai tujuan akhirnya.

Begitupun dalam makna pemakaian sebuah periuk dalam acara tegen-tegenan;
Sebuah periuk terbuat dari tanah liat dan ketika periuk itu pecah dilempar ke tanah dan seiring berjalannya waktu maka periuk itu kembali menjadi tanah liat. 
Air datang dari laut dan menyatu kembali ke laut, tanah liat dari bumi dan akan kembali ke bumi juga, namun mengapa manusia sendiri yang lupa sumber darimana ia berasal?

Demikianlah pula dalam mengartikan simbol Aksara Suci Omkara Sabda Brahman yang diuraikan pada Teks Bhuana Kosa (XI. 16).
Disana ditegaskan,
Ukara itu lenyap di dalam Akara, Akara lenyap di dalam Makara, Makara lenyap di dalam Ardhacandra.
Kemudian Ardhacandra itu lenyap di dalam Windu,
Windu lenyap di dalam Nada. 
Dari Nada muncullah Windhu, dari Windhu lahirlah Ardhacandra, dari Ardhacandra terciptalah alam semesta. 
Manakala, kekuatan Siwa Tattwa dan Maya Tattwa bertemu dalam wujud sekala-niskala, maka ketika adanya sinergi itu Shiva mempunyai kekuatan strie Nya ( Sakti). Shiva sendiri kemudian bukan saja mempunyai kekuatan maha dashyat juga kemahakuasaan yang disebut Cadusakti dan Asta Aiswarya. 
Kekuatan Shiva itulah untuk menciptakan dunia dengan segala isinya, dari yang paling halus hingga kasar.
Lalu omkara itu diartikan Pranawa, ketika terjadi proses lenyapnya Okara (dunia seluruhnya) ke dalam Ardhacandra, Ardhacandra ke dalam Windhu, Windhu ke dalam Nada, dan Nada ke dalam Niskala

Demikianlah perputaran Tri Kona (Uttpati, Shtiti, Pralina) itu berulang menurut hukum Rta, The law of cosmic / Alam Semesta.
***