Aja Were

Tegen-tegenan

Tegen-tegenan merupakan simbol dari pengambil-alihan tanggung jawab sekala dan niskala.
Perangkat tegen-tegenan:

Seperti halnya dalam upacara mekala-kalaan dalam pawiwahan dalam jpbond19 kebudayaan Bali disebutkan :
  • Batang tebu berarti hidup pengantin artinya bisa hidup bertahap seperti hal tebu ruas demi ruas, secara manis.
  • Cangkul sebagai simbol Ardha Candra. Cangkul sebagai alat bekerja, berkarma berdasarkan dharma.
  • Periuk simbol windhu.
  • Buah kelapa simbol brahman (Sang Hyang Widhi).
  • Seekor yuyu simbol bahasa isyarat memohon keturunan dan kerahayuan.
Upacara metegen-tegenan dan suun-suunan ini dalam makna dan tujuan dibalik serangkaian acara adat pernikahan di Bali dalam WeddingMarket (ref) disebutkan dilakukan setelah upacara mebeakala pada saat dilangsungkan upacara adat pernikahan Bali. 
  • Metegen-tegenan berari dipikul oleh mempelai pria, 
  • sedangkan suun-suunan dijunjung oleh mempelai wanita. 
Kedua mempelai berjalan mengelilingi api suci yang disebut dengan sanggah surya searah jarum jam sebanyak 7 kali.
Jika kamu pernah menonton adegan ritual pernikahan di film-film India, maka kurang lebih teknisnya mirip seperti itu.

Pria dan wanita diikat dengan sabuk, dengan posisi pria di depan dan wanita mengikutinya di belakang. Keduanya menjalani 7 langkah saptapadi yang setiap langkahnya mengandung sumpah perkawinan yang berbeda dengan yang lainnya sambil melantunkan doa.

Doa ini dilantunkan dalam bahasa sanskerta oleh mempelai pria kemudian diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh mempelai wanita. Upacara ini diyakini sebagai simbol yang menandakan awal perjalanan dari kedua pengantin untuk mengarungi bahtera kehidupan bersama.
***