Tahukah Anda ? Yasa kerti lan bhakti... memargi antuk manah suci.

Tersenyum

Tersenyum adalah mekenyir atau mekenyem dalam Bahasa Balinya yaitu ekspresi yang terpantul dari wajah seseorang yang memancar dari suasana hatinya.
Karena orang yang murah senyum adalah mereka yang mudah diterima oleh orang lain, karena senyum adalah bahasa universal. 
Percaya atau tidak, kebaikan seseorang bisa ditunjukkan dari cara dia tersenyum.
Mengapa?
Karena semakin banyak orang tersenyum, itu pertanda mereka memiliki sifat rendah hati dan Hawa Positif akan bertebaran disekitarnya;

Selain itu, dengan tersenyum, orang akan terkesan lebih ramah dan bisa dipercaya.
Anda boleh berbeda agama, suku, anda boleh tidak mengerti bahasa asing, tapi anda mengerti manfaat satu bahasa universal yaitu senyum yang tulus.
Ketika orang sudah tersenyum pada anda, anda tahu bahwa orang itu sedang ramah dan menyambut anda. 
Senyuman yang diberikan hendaknya senyuman yang tulus. Bukan suatu seringai yang dibuat-buat. Seperti juga tersirat dalam inspirasi ajaran dharma dikatakan;
Bulir embun jatuh di ujung hidung...
Bibirpun tersenyum rasakan teduh...Lahir untuk patuh kepada Hyang Agung...
Buang semua jerat-kelekatan....
Jauhkan diri dari sumbang-kepalsuan...
Bukankah hidup adalah tanggung jawab kewajiban?
Kewajiban melaksanakan nilai-nilai kebajikan...
Demikian pula halnya ketika disebutkan merangkai dedaunan yang penuh makna sebagai persembahan yadnya,
Ketika ada kealamian dan kejujuran, sebab di sanalah dukatakan potensi bersemayam;
Potensi sebagai 'penyangga-kehidupan;
Bila dialirkan sungguh-sungguh maka disebutkan Tuhan-pun akan tersenyum sebagai pertanda Ia-memberi restu.
***