Tahukah Anda ? *) Pencarian data

Sujud

Sujud adalah cara-cara tertentu yang dilaksanakan oleh seseorang dengan tujuan untuk dapat menyampaikan penghormatan, perasaan hati atau pikiran, baik dengan ucapan kata-kata maupun tanpa ucapan dalam makna yang berbeda-beda.

Misalnya :
  • Sebagaimana makna yang terkandung dalam Pitra Rna yang merupakan salah satu kewajiban kita sebagai umat Hindu Dharma di dunia ini;
    • Sebelum berangkat ke sekolah atau bekerja, kita sujud atau sungkem kepada orang tua yang bermakna,
      • Beliau yang menjadikan kita sebagai manusia yang patut kita hormati.
      • Bertujuan untuk mendapatkan restunya.
    • Dan berbhakti kepada orang tua juga merupakan kewajiban sang anak pada ayah dan ibunya yang menjadi guru rupaka sehubungan dengan kelahiran kita serta perhatiannya semasa hidup.
  • Dengan pikiran yang tenang, suci dan nirmala melalui sujud yang dilakukan saat melaksanakan sembahyang disebutkan :
    • Sebagai rasa bhakti dan ungkapan sujud karena penciptaan-Nya atas alam semesta beserta isinya ini yang diciptakan oleh Tuhan;
    • Maka dari itulah manusia wajib untuk menghaturkan rasa bhaktinya yang salah satunya yaitu dengan cara sembahyang atau sujud bhakti kepada Beliau.
Pada zaman dahulu ketika itu, dalam kisah Rsi Wisrawa yang pernah bersua dan bertatap muka secara langsung dengan Sang Hyang tunggal pernah menceritakan bahwa Hyang Widhi yang merupakan Tuhan itu sendiri sebagai sumber cahaya dari segala cahaya ini, dan bersabda :
”Cahaya puji-pujian dari Negeri-Ku, dari Istana-Ku. Cahaya puji-pujian, cahaya yang terpuji, Nur yang terpuji. Berarti Aku yang harus tentukan siapa yang mewakili sumber Cahaya Terpuji ini. 
Biarkanlah, Aku lebih tahu, kepada siapa Aku lebih mencintai dari semua Dewa di sini.”
Hing Murbeng Agung memandang semua Dewa, satu persatu. Akhirnya, tatapan kesempurnaan Sang Hyang Widhi terhenti pada Batara Guru yang juga disebut Dewa Siwa ini.
”Wahai Batara Guru, engkaulah yang paling Aku cintai dari semua makhluk, dari pada Nirwana yang Aku ciptakan dengan segala isinya. Aku pun hampir mengalahkan cinta-Ku pada diri-Ku sendiri.
Bawalah Kekuasaan Cahaya ini oleh engkau, wahai Batara Guru.”
Batara Guru sujud. Dan setelah Batara Guru bangun, maka kecintaan Hyang Widhi pada Diri-Nya sendiri, pindah, ke jagad jiwa Batara Guru.. 
Cinta Hyang Widhi pada Diri-Nya sendiri ada dalam diri Batara Guru. Cahaya Terpuji dari segala Yang Terpuji, diterima.
”Simpanlah dalam jagad dirimu, wahai Batara Guru.”
Maka cahaya Surgawi yang pudar kembali terang, lebih terang dari semula dan kini Jagad Bathin Batara Guru pun, lebih cemerlang dari cahaya Nirwana itu sendiri.
Demikianlah disebutkan yang dikutip dari berbagai sumber bahwa dengan jalan sujud dan cinta kepada Tuhan Pelindung dan Pemelihara semua makhluk, maka Tuhan akan menuntun seorang Bhakta, yakni orang yang cinta, bakti dan sujud kepadaNya untuk mencapai kesempurnaan.
Juga hendaknya senantiasa eling dan waspada, sehingga tidak terpengaruh oleh nafsu -nafsu jahat dalam diri dengan cara sujud dan bhakti kepadaNya.
Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kebhaktian yang tulus maka nafsu-nafsu jahat akan sulit mempengaruhinya. 
***