Walaka

Walaka adalah Calon sulinggih atau pandita Hindu yang belum pernah mendapatkan atau melakukan penyucian diri melalui upacara "Pediksan" atau upacara Padwijatian";
Bila dilihat dari hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam kutipan artikel walaka, pinandita dan pandita di Pura Kerta Jaya, bahwa walaka merupakan jumlah terbesar dari seluruh umat Hindu.
Dengan belumnya didwijati atau didiksa bagi para walaka ketika mepuja Trisandya disebutkan juga dapat menggunakan mudra Padmasana dan Amusti Karana.

Setelah Upacara Diksa dalam sasaning sulinggih sebagaimana dikatakan bahwa pada saat nantinya seorang pandita harus dapat meninggalkan semua perilakunya pada waktu masih menjadi walaka. 
  • Beliau harus merubah caranya untuk bertingkah laku. Mengubah cara bertingkah laku ini dinamakan Amari Wisaya
  • Beliau tidak boleh lagi berbicara keras atau kasar kepada siapapun juga. 
  • Beliau tidak boleh lagi marah, dendam atau irihati kepada orang lain. 
  • Beliau harus selalu berkata yang manis, lembut dan ramah tamah. 
Perubahan perilaku ini menyebabkan adanya perubahan sikap, pandangan dan tata laku masyarakat terhadapnya, 
sebagai pengakuan dan penghargaan terhadap kedudukannya sebagai Pandita yang demikian mulia.
Karena dalam kesehariannnya ketika nantinya telah menjadi Pandita/sulinggih mempunyai tugas dan kewajiban yakni :
  • Arcana yaitu memuja atau ngarcana Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan Bhatara-Bhatari khususnya pada saat melaksanakan tugas Surya Sewana
  • Adhyaya yaitu tekun belajar mendalami Veda, Tattwa dan Tutur-tutur. 
  • Adhyapaka yaitu suka mengajarkan tentang kesucian, kerohanian dan keagamaan. 
  • Swadhyaya yaitu rajin belajar sendiri, mengulangi pelajaran terutama yang diberikan oleh Guru Nabenya. 
  • Dhyana yaitu meditasi untuk merenungkan kebesaran Ida Sang Hyang Widhi Wasa (lihat Pustaka Wratisasana).
***