Pikiran

Pikiran adalah sumber dari segala apa yang dilakukan oleh seseorang.
Sebab, apa saja yang terdapat dalam pikiran nantinya juga akan tercetus dalam kata – kata dan dalam perbuatannya sebagaimana yang tercermin dalam Tri Kaya Parisudha.
Oleh karenanya, "pikiran yang suci juga akan dapat menciptakan suasana spiritual yang mantap."
Baik buruk perbuatan seseorang merupakan pencerminan dari pikiran. Bila baik dan suci pikiran seseorang, maka sudah tentu perbuatan dan segala penampilan akan bersih dan baik. 
Apabila diperhatikan benar – benar tentang segala perbuatan manusia di dunia ini, semuanya berpangkal pada pikiran. 
Kini, kehidupan manusia dihadapkan dengan berbagai maslah dalam kesempatan hidupnya. Masalah – masalah itu akan bisa dihadapi, bila hati atau pikiran dapat dikendalikan terhadap hawa nafsu – hawa nafsu yang mempengaruhinya.
Pikiranlah yang merupakan pangkalnya perbuatan. Dari pikiran yang terkendali baik, akan menimbulkan perbuatan yang baik dan dari pemikiran yang buruk akan menimbulkan perbuatan yang tidak baik.
Ajaran Manacika Parisudha menuntun manusia untuk berpikir yang baik, berusaha menolong dirinya dengan mengendalikan pikirannya sebelum akan berkata – kata dan berbuat. 
Mereka yang kuat mengendalikan pikirannya sehingga tidak mengumbar hawa nafsunya akan lebih mudah mencapai cita – citanya. 
Mereka tidak banyak digoda atau diperbudak oleh hawa nafsunya. 
Demikian sebaliknya mereka yang kurang mampu mengendalikan hawa nafsunya sulit akan mencapai cita – citanya sebab itu diperbudak, pikirannya terbelenggu hingga lupa apa yang dilakukan. 

Dalam hubungan ini ada benarnya nasihat orang – orang tua kita yang sering berpesan
“ Pikirkan baik – baik terlebih dahulu sebelum akan berbuat
Jangan sampai keburu nafsu, sebab apa yang telah lewat
Sulit akan dikejar “.
Contoh lain dapat kita ambil dari cerita Arjuna Wiwaha, dimana Arjuna berhasil melaksanakan tapanya, karena pikirannya terkendali kuat, melawan berbagai macam godaan nafsu
Rasa marah atau Krodha yang sering dapat dirasakan oleh setiap orang. Berpangkal pada pikiran dan hal itu patut dikendalikan agar kita tidak sampai kehilangan rasa keseimbangan dalam diri. 
Apabila kita tidak kuat mengendalikan pikiran inilah kemudian yang dapat menimbulkan sakit, bingung, marah, benci, stress, gila, tidak ingin makan dan minum, tidur akibat pikirannya terganggu.

Demikian dijelaskan oleh Sanatana Dharma dalam pengertian Tri Kaya Parisudha sebagai bagian dari etika (susila agama Hindu).

Dan ucapan mantra sebagai susunan kata berpengaruh yang sakral juga akan dapat menghasilkan dampak tertentu bagi tubuh fisik dan pikiran ketika dilantunkan dengan penuh bhakti dan konsentrasi seperti halnya : 
  • Mantra Meditasi untuk ketenangan dan kedamaian pikiran.
  • Siwa Stawa untuk memohon penajaman pikiran dan kesucian lahir bathin.
  • OM Namah Shivaya berfungsi untuk membuat pikiran relax dan hati menjadi damai ketika anda sedang berjapa.
***