Aja Were

Buddhi Dharma

Buddhi Dharma adalah prilaku subha karma atas dasar buddhi Sattya yaitu :
  • Buddhi sebagai alam pikiran yang tertinggi pada diri manusia yang berfungsi untuk dapat mengklasifikasi dan menentukan segala keputusan.
  • Dan selalu berpikir yang ringan dan terang itu ciri orang yang satyam.
Sehingga selalu berpedoman terhadap Buddhi Dharma ini dikatakan akan dapat menyebabkan atma pada nantinya mendapat surga dan jika reinkarnasi atau menjelma kembali akan mengalami tingkat penjelmaan yang sempurna dan lebih tinggi. 
Atma yang menjelma dari surga akan menjelma menjadi manusia yang hidup bahagia didunia dan kebahagiaan ini akan dirasakan dalam penjelmaan yang akan datang yang disebut Surga syuta.
Sedangkan atma yang menjelma dari Neraka akan menjadi makhluk yang nista, mengalami banyak penderitaan dalam hidup di dunia. Penjelmaan dalam penderitaan ini disebut kelahiran Neraka Syuta. 
Jadi dengan demikian tingkat dan keadaan penjelmaan itu berbeda-beda tergantung dari jenis Subha dan Asubha Karma yang diperbuatnya.

Pembebasan dari samsara berarti mencapai penyempurnaan atma dan mencapai moksa yang dapat dicapai di dunia ini juga. Selanjutnya keyakinan adanya Punarbhawa ini akan menimbulkan tindakan sebagai berikut :
  • Pitra Yadnya Yaitu memberikan korban suci terhadap leluhur kita, karena kita percaya leluhur itu masih hidup di dunia ini yang lebih halus.
  • Pelaksanaan Dana Punya ( amal saleh ), karena perbuatan ini membawa kebahagiaan setelah meninggal.
  • Berusaha menghindari semua perbuatan buruk;
    • Karena jika tidak, akan membawa ke alam neraka atau menglami kehidupan yang lebih buruk lagi. 
    • Pengalaman Hidup yang merupakan bukti dari adanya Punarbhawa tersebut.
Oleh karena itu, ajaran Punarbawa samsara dalam pendalaman agama Hindu dikatakan sebagai ajaran pembebasan diri manusia (moksa) untuk dapat membedakan prilaku subha ashuba karma melalui pikiran yang ringan dan terang.
***