Konsentrasi Pikiran

Konsentrasi Pikiran adalah terfokusnya pikiran pada sebuah objek yang akan dapat memberikan keyakinan untuk dapat memudahkan mencapai tujuan yang diinginkan.
Dan tiadanya konsentrasi dikatakan tidak akan dapat mengungkap rahasia besar dibalik sebuah keyakinan.
Seperti halnya ketika kita sembahyang,
Begitu memejamkan mata untuk mulai berkonsentrasi terkadang munculah bayangan silih berganti terhadap apa yang telah disaksikan sebelumnya,; Dan konsentrasi pun akan menjadi hilang untuk mencapai sebuah tujuan.
Sehingga konsentrasi pikiran disebutkan sangat perlu untuk dilatih agar lebih memudahkan mencapai tujuan yang diinginkan.
Diceritakan pentingnya keyakinan bagi seorang sisya sebagaimana dikisahkan dalam Kitab Sivananda;

Tersebutlah pada zaman dahulu, seorang Maha Rsi yang beasrama di tepi sungai besar yang mempunyai banyak pengikut dari berbagai pelosok negeri.
Suatu hari beliau menyadari bahwa hidupnya tinggal sebentar lagi, beliau ingin mengumpulkan seluruh muridnya sebelum kematian menjemputnya. 
Para murid berpikir bahwa sang guru akan mengungkapkan sebuah rahasia besar yang akan membuat mereka menjdi orang besar, dengan penuh khawatir dan rasa was-was, para murid tidak ingin sampai ketinggalan untuk dapat mendengar wejangan terakhir sang guru
Kondisi ini muncul karena walaupun seluruh murid sudah diberikan anugrah mantra-mantra, namun tiada bertuah. 
Saat-saat terakhir inilah diperkirakan sang guru akan mengungkap rahasia besar mengenai bagaimana mantra-mantra tersebut menjadi bertuah.

Seluruh murid dari berbagai penjuru mulai berdatangan dan menunggu dengan penuh harap, suatu rahasia yang akan dibuka. 

Ditempat lain, seorang murid yang sederhana bersiap untuk berangkat menghadap sang guru, namun ia dihadang oleh banjir besar yang menghalanginya untuk samapai di pasraman sang guru. Ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hingga ia ingat akan mantra yang diberikan oleh sang guru, 
ia pun mengucapkannya dengan penuh keyakinan, hingga ia mampu berjalan diatas air melewati sungai.
Seluruh murid menyaksikan keajaiban ini, mereka mengira bahwa gurunya telah pilih kasih, dengan memberikan sebuah rahasia, sehingga mantranya bisa bertuah. 

Para murid yang menyaksikan keajaiban ini, menuntut gurunya karena tidak memberikan rahasia tersebut, padahal mereka telah melayani sang guru hingga bertahun-tahun, dikalahkan oleh seorang murid yang tinggal jauh tersebut.

Akhirnya sang guru mengumpulkan seluruh muridnya dan memberikan wejangan : 
‘Ketahuilah, bahwa dalam keyakinan ia telah menemukan kunci rahasianya, bahkan ia dianugrahi rasa bhakti, konsentrasi dengan penuh keyakinan.
Tetapi kalian begitu ragu, walaupun aku telah mengajarkan mantra yang mempunyai kekuatan dahsyat sekalipun. 
Ini mengacaukan konsentrasimu, kalian terus memikirkan ketidak sempurnaan mantra. Konsentrasi yang tidak intensif dan tanpa perhatian pada ketidak sempurnaan inilah yang membuat mantra kalian tidak sempurna’.

Demikianlah diceritakan sebagai sebuah renungan :
Bahwa konsentrasi pikiran yang terfokus dalam suatu bidang sangat perlu dilatih untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
***