Sorga

Secara harfiah, Sorga berasal dari kata Sanserketa “svar” dan “ga”. “Svar” artinya cahaya dan “ga” artinya pergi. 
Jadi svarga artinya perjalanan menuju cahaya.
Dan secara simpel menurut Hindu Bali dengan taat menjalankan dharma dikatakan bahwa :
"Jangankan manusia, anjing pun bisa masuk sorga" kalau masih ingat dengan Swargarohanaparwa, karena semua yang ada ini akan kembali kepada penciptaNya dalam artian mulih ke tanah wayah untuk menuju asalnya.
Di dalam Weda sebagaimana juga dijelaskan dalam kutipan artikel suryawanhindudharma dikatakan bahwa :
  • Sorga adalah “dunia ketiga” yang penuh sinar dan cahaya.
  • Sorga: persinggahan sementara.
Dalam beberapa kitab suci Hindu juga dikatakan bahwa Sorga merupakan persinggahan sementara. Bahkan, menurut :
  • Swami Dayananda Saraswati, Sorga adalah pengalaman liburan. 
  • Bagawad Gita dalam hal ini mengatakan:”setelah menikmati Sorga yang luas, mereka kembali ke dunia. 
  • Sorga adalah kesenangan sementara, sedangkan kebahagiaan yang sejati adalah Moksha, bersatunya Atman (Jiwa) dengan Brahman (Sang Pencipta)).
Kesadaran yang maha sempurna untuk bisa menyatu dan manunggal dengan Brahman dimana dalam keyakinan umat Hindu disebutkan adalah alam Satya Loka;
  • Karena sejatinya disebutkan bahwa lahir di alam ini tidak perlu turun lagi untuk lahir ke dunia (reinkarnasi);
  • Dan Beliau juga selalu mengasihi dan membimbing seluruh ciptaanNya, baik itu umat manusia, semua mahluk-mahluk lainnya, termasuk membimbing para dewa di alam Svah Loka sebelumnya menuju penerangan dan pembebasan.
***