Catur Paramita adalah empat bentuk budi pekerti yang luhur dalam prilaku baik / subha karma, yaitu meliputi :
Dahulu sebagai penegak dharma, Sang Sutasoma juga dianggap sudah melaksanakan Catur Pà ramita ini dengan baik itu sebabnya sang Dewi Durgà menghaturkan hormat kepada Sang Sutasoma yang dalam sumber kutipan Itihasa Sutasoma diceritakan,
Pada saat itu sang Sutasoma menyatakan diri siap menjadi persembahan caru untuk Bhatara Kà la karena beliau merelakan kematiannya demi membantu orang lain, atas sikap itu sang Purusà dha menangis tiada henti serta memohon keinginannya itu tidak dilakukan.
Karena jumlah caru 100 raja itu sudah dipenuhi sang Sutasoma tetap pada pendiriannya. Sampailah beliau sang Sutasoma berhadapan dengan Bhatara KÃ la, di hadapan Bhatara KÃ la,
Sang Sutasoma menyatakan kesiapannya sebagai caru asal semua tawanan bisa dilepaskan. Bhaþþara Kà la menyanggupi dan semua raja yang menjadi tawanannya dilepaskan.
Para tawanan itu menghormat kepada sang Sutasoma, karena kasih sang Sutasoma semua raja yang tadinya lemas karena disiksa menjadi sehat. Di ceritakan sang Sutasoma betul-betul tulus menjadi tetadahan/makanan Bhatara kà la. Bhatara Kà la tiba-tiba memasukkan tubuh sang Sutasoma ke mulutnya.
Baru kaki sang Sutasoma menyentuh perut Bhatara Kà la, sepertinya Bhatara Kà la merasakan kecipratan tìrtha amårta yang sangat menyejukkan. Tìrtha ini membuat Bhatara Kà la timbul niat beliau melakukan Catur Pà ramita, sehingga beliau tidak bisa melanjutkan menelan Sutasoma.
Kejadian ini membuat sang Sutasoma bertanya kenapa Bhatara KÃ la tidak melanjutkan menelan dirinya. Bhatara KÃ la tidak menjawab, justru balik bertanya kenapa kamu rela saya makan?
“Ratu Bhatara Kà la, benar saya rela menyerahkan diri karena saya tidak pernah gentar pada kematian, saya tidak pernah takut pada rà ksasa apalagi manusia.Yang paling saya kawatirkan perbuatan-perbuatan jahat yang tentu membawa ke alam neraka.
- Perbuatan yang mengakibatkan neraka seperti perbuatan Bhatara KÃ la lakukan yang selalu mengadakan peperangan, selalu melakukan himsa karma.
- Permintaan saya,
- "agar ratu menghentikan perbuatan-perbuatan jahat itu”.
Setelah sang Sutasoma memberi nasihat pada semua muridnya, kemudian beliau berkehendak pulang ke Astina.
Sang Sutasoma tidak lupa memohon kepada Bhatara Indra agar mau menghidupkan orang-orang yang ikut perang melawan sang Purusà dha.
Dan Bhatara Indrapun melakukannya. Semua perajurit raja serta tumbuh-tumbuhan menjadi kembali segar bugar seperti sedia kala.
***