Aja Were

Acetana

Acetana merupakan asas materi dari alam semesta ini.

Dan sifatnya yang tidak sadar dan serba lupa (unconsciusness) yang bersiat gelap, tidak tahu dan tanpa kesadaran tentang tujuan hidup di dunia ini;
Itulah disebut dengan awidya yang muncul karena pengaruh unsur Panca Maha Butha yang mempunyai sifat duniawi.
Atma / Jiwatman manusia bersifat abadi, namun karena pengarh maya, maka Jiwatma tidak mengetahui asalnya yang sesungguhnya.
Hal tersebut akan dapat mengakibatkan Jiwatman mengalami proses kelahiran kembali yang berulang-ulang di dunia ini.
Tetapi kehidupan di dunia penuh dengan tantangan serta godaan yang memungkinkan orang terjerumus oleh pengaruh yang bersifat maya itu.
Dengan demikian kesucian kehidupannya akan ternoda yang mengakibatkan mereka tidak dapat kembali dalam keadaan serta kedudukan seperti yang diharapkan.
Akhirnya mereka mendapat kedudukan sesuai dengan perbuatan serta kesucian yang telah mereka miliki.
Perputaran itu tidaklah terputus sampai ia dapat melepas belenggu maya tersebut dan menghancurkan Awidya / ketidaktahuan, dan tujuan dari reinkarnasi atau kelahiran kembali ini untuk dapat terlepas dari pengaruh material agar dapt mencapai Moksa yang terbebas dari kelahiran yang berulang ulang dengan bersatunya Atman dengan Brahman pada nantinya.

Sehingga dalam mencapai moksa tersebut yaitu untuk mempersatukan dewa pitara (roh / atman leluhur yang sudah suci) kepada sumberNYA dalam upacara ngunggahin Dewa Pitara pada Sanggah Kemulan dalam kutipan lontar purwa bhumi kemulan tersebutlah sebuah kalimat :
“irika mapisah lawan Dewa Hyangnia nguni” mengandung pengertian bersatunya atma yang telah suci dengan sumbernya, yakni Siwatma (ibunta) dan Paratma (ayahta).
Hal inilah merupakan realisasi dari tujuan akhir Agama Hindu untuk mencapai moksa (penyatuan Atma dan Paramatma / Brahman).
***