Wana Kerti

Wana Kerti adalah upaya untuk menjaga kesucian atau kelestarian hutan dan pegunungan yang dibedakan atas tiga jenis hutan, yaitu : 
  • Maha Wana, hutan rimba yang masih asli dan belum tersentuh manusia, 
  • Tapa Wana, hutan suci tempat dimana para yogi membuat pusat pertapaan atau pesraman untuk yoga mereka,
  • Sri Wana, kawasan hutan yang dimanfaatkan sebagai sumber kemakmuran ekonomi. 
Upaya - upaya secara konsep sekala dan niskala yang dilaksanakan untuk menjaga kesucian atau kelestarian hutan dan pegunungan tersebut sebagaimana dijelaskan dalam memahami sad kerti untuk keseimbangan jagat yaitu sebagai berikut :
  • Secara sekala Wana Kerti kita laksanakan dengan menghormati, menjaga kelestarian dan kealamian hutan-hutan dan gunung. 
    • Agar tidak rusak atau habis oleh perilaku yang serakah dan tidak terpuji yang mengeksploitasi hutan-hutan dan gunung, sebagai penjaga keseimbangan alam dan kehidupan. 
  • Secara niskala Wana Kerti kita laksanakan dengan melaksanakan berbagai upakara yang terkait dengan menjaga kelestarian hutan dan pegunungan secara niskala, serta melestarikan keberadaan pura di gunung - gunung dan alas angker (hutan lindung) yang bertujuan untuk menjaga vibrasi energi positif pada hutan-hutan dan gunung.

Ketiga konsep ini dalam ajaran Rta dan Yajna dalam Hindu dapat menjadi solusi dalam masalah lingkungan hidup yang disebutkan sama dengan pola pikir modern dimana orang modern juga memiliki pemikiran bahwa :
  • Hutan merupakan paru-paru dunia yang menjaga keseimbangan alam dan tempat menyimpan air yang mnjadi sumber air tanah, 
  • Hutan juga dapat menjadi tempat rekreasi untuk menenangkan diri setelah jenuh menjalani rutinitas yang hanya menghasilkan stress dan ketegangan jiwa,
  • Hutan pula yang menjadi tempat penghasil komoditi yang bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.
Sebagai bagian dari sad kerti, pelaksanaan upacara wana kerti yang bertujuan untuk kehidupan yang damai, sejahtera, bahagia (rahayu) dalam indik karya agung mamungkah dan ngenteg linggih disebutkan dengan upacara mapahayu Hutan, sebagai sumber mata air dan pembersih udara / atmosfir.
***