Hinaan

Seseorang sering tidak merasa bahwa terdapat dualitas hidup dalam pengaruh orang lain, dalam pengaruh hinaan dan pujian.
Karena tiadanya keteguhan hati, dikatakan
Seseorang yang dihina atau diremehkan bisa saja terjerumus kedalam prilaku yang kurang baik.
Maka dalam menghayati ajaran Tri Mala
Disebutkan hendaknya kita tidak menghina ataupun mempermalukan seseorang agar kita pun dapat terhindar dari yang penuh dosa.
Karena perbuatan menghakimi orang dan sok benar dikatakan dapat menutup mata hati untuk berbuat baik.
Sehingga nantinya seseorang dapat terjerumus di lembah neraka yaitu dalam tingkatan atala dalam sapta petala
Diceritakan;

Seorang laki laki pergi ke Kuil, 
Namun ia lupa mematikan (silent mode) hp nya, dan secara tiba tiba berdering waktu sedang berdoa. Seorang umat menegurnya dari depan;
Beberapa umat yang lain memarahinya usai berdoa karena dia sudah mengganggu kekhusukan dan ketenangan mereka ketika berdoa juga Pandit yang tahu masalah itu dan mencibirnya. 
Dalam perjalanan pulang, Istrinya terus memarahinya karena keteledorannya sepanjang jalan pulang ke rumah. Orang orang tampak melihatnya dengan rasa nyinyir dan menertawakannya, dipermalukan dan meremehkannya.
Sejak itu, ia memutuskan untuk tidak pernah lagi melangkahkan kakinya ke Kuil lagi.
DAN
Malamnya, ia pergi ke cafe. 
Karena masih merasa gugup dan terguncang, ia tidak sengaja menumpahkan minumannya di meja.
Pelayan bar dengan sigap meminta maaf dan memberikan lap bersih untuk membersihkan pakaiannya. 
Petugas kebersihan mengepel lantai.
Manajer bar yang cantik itu memberikan minuman pengganti. 
Ia juga memberikannya pelukan serta berkata :
"Jangan kuatir, Siapa sih yang tidak pernah berbuat salah?"
Sejak saat itu, ia tidak pernah berhenti datang ke bar itu.

PELAJARAN:
Terkadang sikap kita sebagai orang Spiritual dan percaya malah mengantarkan jiwa-jiwa ke neraka. Kita memagari/ mengekslusifkan diri kita seakan kita adalah orang-orang suci,.
Bagaimana kita bicara tentang memenangkan jiwa, 
Bila fokus kita adalah kesalahan-kesalahan orang lain saja?
Mari asah kembali mata hati kita, bukan soal siapa benar ataupun siapa salah, namun respon kita yg menentukan.

Karena itu dalam ajaran aja wera Hindu Dharma dikatakan bahwa tugas pertama sadhaka di jalan rahasia yaitu dapat mengurangi penderitaan para mahluk. Dalam penjelasan sederhana :
Tidak membalas caci-maki dan hinaan orang lain, tidak marah pada orang yang memarahi kita, tidak menyakiti orang yang jahat, tidak melawan pada yang merendahkan kita, mengalah, dll.
***