Mabayuh Otonan

Matubah; mabayuh otonan | disebutkan memiliki makna untuk menyeimbangkan dualitas dari pengaruh-pengaruh hari kelahiran seorang anak, karena kita menyadari setiap kelahiran membawa dualitasnya masing-masing, 

untuk itulah setiap anak-anak yang telah tanggal gigi dibuatkan upacara yadnya mebayuh otonan, sesuai yang tersurat dalam lontar Dharma Kauripan dan Janma prawerti.

Pelaksanaan mebayuh otonan, dilaksanakan di Hyang Guru. Kalau otonan banten ayabannya boleh dikurang pakai ayaban tumpeng li atau ayaban tumpeng pitu, kalau belum tanggal gigi banten sambutannya dan banten janganannya harus tetep ada.
***