Tahukah Anda ? Yasa kerti lan bhakti... memargi antuk manah suci.

Gedong

Gedong adalah jenis pelinggih yang memiliki fungsi masing-masing sesuai dengan penempatan dan pemujaannya yang disebutkan sebagai berikut :
  • Gedong Paliangan, fungsinya untuk menstanakan symbol-simbol dan sarana upacara.
  • Taksu nenggeng ; semacam gedong bertiang satu dan taksu nyangkil semacam gedong ruang dua empat tiang, dua tiang gantung di tepi kanan.
  • Manjangan saluwang ; serupa dengan gedong, terbuka tiga sisi, didepan memakai tiang tengah dengan kepala manjangan.
  • Gedong Mas Catu dan Mas Sari ; bentuk dan konstruksinya sama dengan gedong. Mas Catu puncak atapnya tumpul dan Mas Sari puncaknya kerucup lancip. 
    • Fungsinya untuk tempat pemujaan Sri Sedana, harta kekayaan untuk kesejahteraan.
  • Gedong Agung, Gedong Ibu dan Gedong Batu ; bangunan gedong besar dengan dinding batu berhias ornament pepalihan
Demikian disebutkan beberapa fungsi Gedong sebagai pelinggih runutan dalam sebuah tempat suci yang dalam stuktur & makna pura di Bali berdasarkan Asta Kosala-Kosali
disebutkan :
Bentuknya serupa dengan tugu hanya bagian kepalanya terbuat dari konstruksi kayu, atapnya alang-alang, ijuk atau bahan-bahan penutup lain mengikut bentuk dan fungsinya. 

Bagian badan dan kaki, pasangan batu halus tanpa atau sedikit perekat siar-siar pasangan. 
Denah bujur sangkar dengan ukuran sisi dasar sekitar 1m dan tinggi sekitar 3m.
Fungsi Gedong beragam sesuai dengan tempatnya di pamrajan, pura, kahyangan atau di lain tempat tertentu. Tata letak gedong, bentuk konstruksi atap dan ketentuan lain mengikuti fungsi gedong tersebut. 
Pemakaian bahan, penyelesaian konstruksi dan hiasannya sesuai dengan tingkatan utama, madya dan sederhana dari suatu pura yang ditempatinya.
Terdapat juga gedong kembar dengan dua ruangan dan gedong tiga ruangan atau rong telu untuk kemulan di sanggah atau pamerajan. 
Gedong dengan atap bertumpang disebut gedong sari untuk kahyangan jagat dari suatu pura tertentu. 
Dasar ukuran gedong, proporsi berbaturan dan rangka ruangnya didasarkan pada ketentuan tradisional. 
Bentuk penyelesaian, bagian-bagian dan hiasannya bervarisi mengikuti kreasi logika dan estetika perancangnya.
Sebagai tambahan dalam beberapa kutipan, Gedong juga disebutkan yaitu :
  • Gedong Kirtya Singaraja Bali,  perpustakaan naskah atau lontar-lontar Bali.
  • Kapak genggam dibuat dari gamping kersikan dan berbentuk lonjong seperti halnya masih tersimpan di Museum Gedong Arca Bedulu.
  • Meten atau gedong yang dalam upacara mabyakala dalam runtutan upacara metatah disebutkan terletak di halaman rumah.
  • Gedong Limas atau Meru tumpang satu, tiga, lima di Merajan sebagai palinggih Bhatara Kawitan, yaitu leluhur utama dari keluarga.
  • dll.
***