Suka Duka

Suka Duka adalah kebahagiaan dan kedukaan yang biasanya selalu menyertai kehidupan di dunia ini;
Tuhan membekali dengan suka agar kita bisa menikmati kehidupan ini sebagai sesuatu yg berharga.
Bekal duka-lara agar kita tidak mudah melekat pada kehidupan ini hanya karena perasaan suka yang sedang dialami.
Demikian pula suka duka lara pati hendaknya juga dapat dipahami sebagai bekal terlahir di dunia ini agar kita pun dapat memahami kesadaran dualitas semesta yang sempurna ini.

Dan setiap keadaan suka dan duka, kebahagiaan dan penderitaan juga merupakan guru bagi kita dalam upaya memperoleh suatu pengetahuan dari sebuah pengalaman, yang kemudian akan meninggalkan berbagai kesan yaitu dari karma baik dan buruk yang akan membentuk "karakter atau watak seseorang.

Kelahiran sebagai manusia disebutkan amatlah merupakan hal yang sangat mulia, dimana dalam Tattwa Jnana dijelaskan bahwa dari cetana dan acetana akan dapat berpengaruh terhadap baik buruknya kehidupan manusia di dunia ini :
  • Hening terang penuh dengan kesadaran akan mendapatkan kebahagiaan;
  • Gelap, tidak tahu dan tanpa kesadaran akan mendapatkan kedukaan.
Kelahiran yang berulang-ulang juga akan dapat membawa akibat suka dan duka.
  • disamping sebagai akibat dari perbuatan kita saat ini, 
  • juga ditentukan oleh hasil perbuatan yang pernah kita lakukan pada karma wasana kehidupan yang lampau, yang belum sempat dinikmati.
Jadi terjadi atau tidaknya punarbhawa untuk suatu atman, menurut kutipan artikel ocw.ipb.ac.id dalam pengertian Panca Srada disebutkan juga ditentukan oleh subha-asubha karma pada kehidupan lalu yang akan mempengaruhi Swarga dan Neraka Cyuta..
  • Atma yang menjelma dari surga, alam swah loka akan menjadi manusia yang hidup bahagia. Kebahagiaan yang dialami dalam penjelmaan ini disebut swarga cyuta.
  • Sedangkan atma yang menjelma dari neraka, alam bhur loka akan menjadi mahluk yang nista dan mengalami banyak penderitaan. Penderitaan yang dialaminya dalam hidup ini disebut neraka cyuta.
Kelahiran sebagai manusia sungguh - sungguh merupakan kelahiran yang mulia karena karena ia dapat menolong dirinya dengan jalan berbuat baik.sehingga disebutkan nantinya dapat mencapai Moksa, kebahagiaan yang abadi yang dikenal dengan istilah : 
sukha tan pawali dukha, suatu keadaan kebahagiaan yang tidak disusul oleh kedukaan.
***