Suddhi Widhani

Mungkin atas banyaknya permintaan, 
dalam salah satu contoh Piagam Sudhi Widhani
yang resmi dikeluarkan PHDI,
"awalnya yang bersangkutan hendaknya terlebih dahulu
mengajukan permohonan atas kehendaknya sendiri".
"Suddhi Widhani" (atau Sudhi Widani) adalah upacara penyucian secara lahir dan bhatin untuk kembali ke jalan dharma yang bertujuan untuk mendapatkan kedamaian sebagai umat Hindu Dharma.

Sebagaimana disebutkan dalam kutipan Acara Agama Hindu, Suddhi Widhani ini berasal dari kata yaitu :

  • Sudi artinya penyucian, 
  • Wadani artinya ucapan/pernyataan/kata-kata.
Dimana dalam pelaksanaan tata cara upacara Sudi Wadani dijelaskan dalam tahapan sebagai berikut :
  1. Membuat surat pernyataan penyucian yang sah.
  2. Melaksanakan upacara
  3. Pelaksanaannya selalu disertai dengan api yang mengandung makna sebagai lambang Dewa Brahma sebagai saksi atas ritual yang dilakukan. 
  4. Mengucapkan Aksara Suci Mantra Om Sa, Ba, Ta, A, I, Na, Ma, Si, Wa, Ya, Ang Ung Mang
Sedangkan penyumpahan dalam pelaksanaan upacara ini juga disebutkan dengan upasaksi yaitu pernyataan kesaksian ke hadapan Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa yang bertujuan untuk menyatakan kebenaran perbuatan seseorang baik yang telah lalu maupun yang akan datang. Beberapa hal tentang upacara upasaksi ini dijelaskan sebagai berikut :
  1. Bentuk Upacara Upasaksi
    • Upasaksi Sumpah Jabatan dilakukan dalam hubungan dengan sumpah jabatan yang akan dipangku oleh pemerintah, ABRI maupun sipil.
    • Upasaksi/Sumpah di Pengadilan adalah sumpah berhubungan dengan perkara di Pengadilan.
    • Upasaksi/Sumpah dalam bentuk cor (penguatan pengakuan) yaitu sumpah yang mempergunakan mantram Aricandani.
  2. Pelaksanaan Upasaksi.   
    • Upasaksi Sumpah Jabatan.
      • Pengambilan sumpah oleh Pejabat yang ditunjuk
      • Yang akan disumpah berpakaian dinas
      • Sikap yang akan disumpah
        • untuk sipil sikap tangan *Dewa Prestistha” memegang dupa
        • Anggota ABRI sikap sempurna
      • Saksi Pendamping (Rohaniwan/pejabat yang ditunjuk), dengan sikap tangan ”Dewa Prestistha”, Mantram : Om atah paramawisesa, saya bersumpah …..   sesuai ketentuan. Bila memungkinkan dengan sarana Daksina, canang sari dan air suci.
    • Upasaksi/Sumpah di Pengadilan
      • Pengambilan Sumpah oleh Pejabat yang ditunjuk
      • Yang disumpah berpakaian sopan.
      • Sikap yang akan disumpah
        • Sikap tangan ”Dewa Prastistha” untuk sipil dan memegang dupa
        • Anggota ABRI sikap sempurna
      • Sikap pendamping (rohaniawan) berdiri  dengan sikap ”Dewa Prastistha”
  • Upasaksi/Sumpah dalam bentuk cor :
    • Pengambilan Sumpah oleh rohaniwan yang ditunjuk
    • Tempat pelaksanaan di Tempat Suci
    • Yang disumpah berpakaian putih atau pakaian adat setempat
    • Sarana upacara sesuai kondisi setempat (Air suci hanya dipercikkan)
Selain hal tersebut diatas, Upacara Suddhi Widhani ini juga disebutkan dilaksanakan dalam upacara pawiwahan atau perkawinan beda agama, khususnya bagi mereka yang tadinya beragama lain kemudian menjadi Hindu tentulah saat bersejarah itu ada patokannya yaitu segera setelah ia mengucapkan kata-kata suci yang disebut Suddhi Wadani. 
Kata-kata suci itu tiada lain pernyataan dan pengakuan bahwa Tuhan itu Hyang Widhi dengan berbagai bentuk manifestasinya. Suddhi Wadani kemudian dibuatkan dokumen yang disahkan oleh PHDI.
Demikian disebutkan beberapa hal tentang Upacara Sudi Wadani ini sebagai suatu pernyataan yang disucikan yaitu dengan mengucapkan Satyam Eva Jayate dan dapat melaksanakan ajaran agama Hindu secara benar disebutkan kebahagiaan pasti akan tercapai pula.
***