Aja Were

Ida Ratu Ayu

Ida Ratu Ayu adalah sesuhunan dalam sosok rangda sebagai perwujudan dari Dewi Durga  yang memiliki sifat dualitas dalam memberikan anugerah dan pencerahan spiritual bagi para yogi dan para bhaktanya.

Dan memuja Beliau dalam wujud ini disebutkan sesungguhnya berfungsi nyomia, mentralisir dan menghancurkan ketakutan manusia.

Di Bali, hampir di setiap desa nyungsung Ide Sesuhunan berwujud Rangda ini seperti yang dikutip dari salah satu artikelnya Smara Jaya di group Hindu fb.

Dan pernahkah kita bertanya ?
Mengapa Ida Sesuhunan diwujudkan dengan sosok Rangda?

Bukan diwujudkan dengan sosok jelita atau tampan sepertt nama Beliau Ida Ratu Ayu ?

Mari kita Renungkan dan diskusikan....

Terlepas dari Beliau ini adalah perwujudan Durga...
Tapi ada sesuatu hal yang perlu kita renungkan apa Fungsi wujud Rangda yg seram itu di dalam Kerohanian.

Di dalam ajaran Yoga disebutkan sebelum seorang Yogi mampu melampaui ketakutan nya dia tdk dapat menyatu dg Nya.
Ketakutan adalah penghalang utama kemajuan di dunia rohani.

Manusia memiliki banyak ketakutan, takut gagal, takut menderita, takut tdk punya uang, takut hantu, dst...puncaknya Takut kpd Kematian.

Apa penyebab ketakutan ?

Penyebab ketakutan adalah Kemelekatan/keterikatan.
Memuja Beliau dalam wujud Rangda ini sesungguhnya berfungsi nyomia, mentralisir, menghancurkan ketakutan manusia.

Bagaimana bisa ?

Ketakutan2 manusia itu bersifat laten, artinya terpendam/bersembunyi di dalam alam bawah sadar.
Ketika orang menghadap kepada Beliau, ketakutan2 laten ini muncul dari persembunyianmya.
Ketakutan yang muncul bertemu dengan cinta Bakti..maka ketakutan mjd Somya..artinya tercabut dari akarnya.

Ketika ketakutan sudah tercabut dari akarnya, berarti tiada lagi penghalang...maka berjumpa lah seorang hamba dengan pujaannya sebagai Ide Ratu Ayu...maksudnya berjumpa dengan kebahagiaan tertinggi (ratu ayu).

Bagaimana dengan memuja Tuhan yang digambarkan secara positif dengan sosok tampan atau cantik?

Memuja yang seperti itu tidak bersifat Nyomia ketakutan....karena ketakutan tetap bersembunyi di dalam alam bawah sadar dan ketakutan ini akan terus menjadi penghalang terwujudnya kemanunggalan antara hamba dengan Tuhannya.

Dengan demikian hubungan seorang hamba dengan Tuhannya bersifat dangkal karena masih terhalang oleh ketakutan2 laten yg belum mendapat penyomian...
- itu berarti kemelekatan pun tetep berlangsung -

Menyembah Tuhan yang diwujudkan dengan wajah tampan seperti itu mungkin terasa nyaman...tetapi itu tidak memberi tantangan di dalam kemajuan spititual..
Karena tiadanya pergulatan-pergulatan untuk menembus/melampaui ketakutan2 yang laten..semua berlangsung datar2 saja.

Berbeda halnya memuja beliau yang berwujud rangda...seorang hamba/bakta pada awalnya mesti bergulat dulu...mengatasi...menembus ..melampaui penghalang utama yg bernama ketakutan ini...sebelum menemukan kebahagiaan tertinggi (ratu ayu).

Ini sama dengan ...kenapa para yogi tantra di jaman dulu bertapa di kuburan, bukan di kamar suci di rumah. 
Karena untuk memperoleh tantangan ketakutan itu sendiri, untuk menjumpai ketakutan2 yang paling takut yang masih tersembunyi di dalam dan lalu melampauinya (nyomia).

Kalau bertapa di rumah tidak ada ketakutan yang muncul...tdk ada indikasi apakah sudah membebaskan diri dari ketakutan2 di dalam hidup atau tidak, membebaskan diri dari kemelekatan atau tidak.

Demikian Rahasia Beliau Ide Ratu Ayu yang berwujud Rangda.
  • Di satu sisi Ratu Ayu.
  • Di sisi lain Rangda.
Jadi Beliau symbol dualitas...yang harus dilampaui okeh seorang yogi atau bakta untuk mencapai pencerahan.
***