kejahatan

Kejahatan adalah prilaku dosa yang dalam sebuah pesan moral dikatakan sesuatu yang dapat menodai dan menjerumuskan umat manusia ke lembah neraka.

Melakukan kejahatan adharma berarti akan menghasilkan karma buruk, serta akan mengotori pikiran kita, menodai ketenangan dan kejernihan di dalam pikiran kita sendiri.

“Kunang ikang wwang gumawayaken ikang ulah papa, tan masih mwk ngaranika, apayapan awaknya gumawayikang kapapan, awaknya amukti phalanya dlaha” 
Terjemahan :
Adapun orang yang melakukan perbuatan jahat itu, dinamai dengan orang yang tidak sayang dengan dirinya sendiri atau karena dirinya sendiri berbuat kejahatan (karenanya) dirinya sendiri yang akan mengalami akibatnya kelak.

Sehingga energi fisik, mental dan spiritual kita, hendaknya disebutkan jangan sekali-kali diboroskan. Kita mungkin bertanya : 
"Bagaimana kita memboroskan energi kita?"

Dengan melihat hal-hal buruk, membicarakan kejahatan, berpikir jahat dan melakukan kegiatan jahat, semuanya itu dikatakan dapat memboroskan energi kita.

Hematlah energi kita dalam kelima bidang ini sebagaimana disebutkan Budi Tajun di artikel Hindu :
  • Jangan melihat kejahatan, lihatlah apa-apa yang baik saja.
  • Jangan mendengar kejahatan, dengarlah yang baik-baik saja.
  • Jangan membicarakan kejahatan, berbicaralah tentang hal yang baik.
  • Jangan memikirkan kejahatan, berpikirlah apa yang baik.
  • Jangan berbuat kejahatan, berbuatlah yg baik saja.
Inilah jalan menuju Tuhan
Jalan ke-Tuhan-an bukanlah dalam melihat, mendengar, mengatakan, memikirkan ataupun melakukan hal-hal jahat. 
Bila kita tidak mengikuti jalan ini, kita memboroskan energi kita. Akibat  "pemborosan energi kita, kita kehilangan daya ingatan, kecerdasan, kemampuan pembeda dan daya keadilan kita".

Umumnya manusia jaman now tak mampu membedakan antara yang baik dan yg buruk. Lalu bagaimana mungkin kita dapat masuk kejalan kegiatan yang benar. 

Kita mungkin heran bagaimana mungkin itu terjadi, bagaimana kita telah memboroskan waktu? 
Umpamanya bila kita memutar tombol radio untuk mendengarkan acara tertentu, selama radio menyala arus listrik digunakan. 
Apakah kita berbicara dengan orang lain atau hanya berpikir dalam diri kita sendiri, kita telah menggunakan energi kita. 
Pikiran kita bekerja sepanjang waktu. 
Karena itu selalu dinyalakan, kita menggunakan banyak energi. 

Dari pada membuang energi atau daya seperti itu dalam keruwetan mental, bukankah lebih baik bila digunakan dalam pemikiran yg baik saja?
"Ingatlah apa yang kita lakukan selama hidup ini, hanyalah mencari bekal untuk kehidupan kelak".
***
Dan pada zaman dahulu, Kitab Suci Weda juga telah menginspirasi manusia untuk menjauhi prilaku jahat dan mengikuti jalan suci. 
  • Ia yang melukai dan menyusahkan adalah Danava/roh jahat/raksasa. 
  • Namun Ia yang berperilaku baik pada yang lain adalah Madhava/devata. 
Dia yang hidup dengan menghancurkan pihak lain adalah raksasa dalam wujud manusia, sedang ia yang berbagi dengan yang lain hidup sebagai Devata. 

Selama manusia dengan sifat-sifat raksasa menguasai bumi..penjagalan, penjarahan, perselingkuhan, terorisme dan pertumpahan darah akan terus terjadi. 

Bumi yang penuh ashanti akan ditransformasi menjadi surga hanya ketika para penghuninya menapak di jalan suci, menjalankan hidup yang berketuhanan.,,,,
"Karena itulah untuk melindungi orang-orang bajik, mengakhiri kebatilan untuk menegakan kembali etika dan tatanan hidup atau kebajikan disebutkan dalam Hindu Dharma akan muncul awatara yang menjelma dari masa ke masa."
***