Aja Were

Dewata

Istilah Dewata dipegunakan sebagai perpaduan atau pancaran sinar suci dari para dewa yang dapat memberikan wara nugraha dan kekuatan keseimbangan alam ini;
Baik bhuwana agung maupun bhuwana alit yang diantaranya disebutkan yaitu :
    • Ista Dewata, perwujudan Tuhan dalam berbagai wujud.
    • Panca Dewata yang dilambangkan menyelubungi dan meresap ke seluruh ciptaanNya.
    • Dewata Nawa Sanga, sebagai penguasa delapan penjuru mata angin dengan Siwa sebagai penguasa berada ditengah-tengahnya.
    • Asta Dewata sebagai penguasa atau pengatur titah dalam hal keseimbangan sekala-niskala (Wahya Diatmika)
Dewata adalah kekuatan pancaran dari para dewa yang di dalam agama Hindu dewa-dewa itu merupakan sinar-sinar sucinya Hyang Widhi yang banyak sekali jumlahnya dimana dalam salah satu pengantar Agama Hindu disebutkan :
Hyang Widhi diumpamakan sebagai Matahari
Sedangkan dewa itu merupakan sinar matahari tidak ada secara otomatis sinar-sinar tersebut tidak ada. 
Kita dapat mengatakan matahari itu panas tetapi matahari belum pernah menyentuh secara langsung sedangkan yang langsung menyentuh adalah hanya sinar-sinar.

Dan dalam Hindu Dharma para dewata juga dilengkapi dengan kendaraan suci dan senjata yang menyiratkan makna dari sebuah simbol seperti halnya disebutkan :
  • Ayudha Dewata yaitu senjata khas para dewata yang dimiliki pada saat dipergunakan untuk menyelamatkan dan menegakan dharma kebaikan di alam ini
  • Wahana Dewata yaitu binatang-binatang suci sebagai kendaraan para dewa yang memiliki makna tersendiri.
***