Aja Were

Perdebatan

Perdebatan berasal dari kata "debat" yang berarti suatu bentuk pengujian kemampuan.
Terkadang disebutkan : Siapa yang dapat bertahan untuk tidak membalas setiap penghinaan dan caci maki dari orang yang membenci, pada akhirnya akan menjadi Seorang Pemenang karena diam bukan berarti kita kalah.
Seperti perdebatan tentang dogma agama misalnya sebagaimana disebutkan oleh PrabuKalianget dalam mencari kawan :
Sesungguhnya hal itu dikatakan hanya ingin mempertontonkan, memperlihatkan atau menunjukkan ke Akuan diri EGO yang hanya membuat luka dihati..
Karena mereka lupa, sejatinya yang diperdebatkan itu adalah masalah rasa, keyakinan, kepercayaan, yang bersifat abstrak, kekuatan supranatural diluar diri yang tidak bisa dibuktikan dengan kesombongan dihati.
Dan anda pun tidak pernah akan menang dalam sebuah debat, ketika anda mempertentangkan dan memperdebatkan sebuah kebenaran dari ketidaktahuan. [Sawikalpa Pratyaksa]
Sehingga dikatakan bahwa hindari perdebatan itu dimana satu satunya cara untuk memperoleh manfaat paling banyak dari perdebatan adalah dengan menghindari perdebatan itu sendiri.
Membenarkan pendapat sendiri dan menyalahkan pendapat orang lain, adalah sesuatu yang manusiawi.
Dan ketika anda menyalahkan orang lain dalam perdebatan, hanyalah akan menimbulkan sakit hati atau antipati pada lawan debat kita.
Dan sejatinya kita akan kehilangan seorang teman
Kita mungkin bisa memenangkan perdebatan, tapi akan kehilangan sebagai seorang teman. Lebih baik bertambah satu orang teman daripada bertambah satu orang musuh. 

Dalam adu argument, 
kemungkinan besar masing-masing kontestan malah menjadi lebih kokoh dengan pendapat mereka bahwa merekalah yang mutlak benar.
Mungkin anda menang dalam sebuah debat, namun anda akan kalah juga, karena hal itu akan membuat lawan debat anda merasa rendah diri.
Suatu kesalah pahaman tidak pernah bisa diakhiri dengan perdebatan, melainkan dengan taktik diplomasi, penyelesaian dan hasrat yang simpatik untuk melihat sudut pandang orang lain. 

Beberapa saran untuk mencegah rasa tidak setuju dalam perdebatan, sebagaimana dikutip dalam artikel dalam Bits and Pieces secara garis besar menyebutkan :
  • Sambut baik rasa tidak setuju itu.
  • Jangan percaya pada kesan pertama naluri anda.
  • Kendalikan kemarahan anda.
  • Dengarkan dulu.
  • Cari bidang-bidang kesepakatan.
  • Jujurlah
  • Berjanjilah untuk memikirkan ide-ide lawan anda dan pelajari ide-ide itu.
  • Berterimakasihlah pada lawan anda dengan tulus untuk minat-minat mereka.
  • Jangan terburu-buru bertindak, beri waktu kedua pihak untuk memikirkan masalahnya. 
Ada Pepatah kuno mengatakan: 
“Dengan berkelahi anda tidak pernah merasa cukup, namun dengan mengalah anda memperoleh lebih dari yang anda harapkan.” 
Dan sebagai pengingat diri disebutkan :
***