Tahukah Anda ? Yasa kerti lan bhakti... memargi antuk manah suci.

Muspa

Muspa adalah memuja dengan sarana bunga sebagai rangkaian dalam persembahyangan yang diawali dan diakhiri dengan muspa puyung untuk dapat memusatkan pikiran dan membersihkan atma atau jiwa kita.

Puspa (bunga) adalah kata benda dan menjadi kata kerja: muspa.
Dimana seyogyanya muspa sebagai aktivitas yang terkait dengan rangkaian bunga secara lebih luas sesungguhnya dimulai dengan menanam bunga, menyiram bunga, lalu memetik bunga untuk kepentingan ritual, dan merangkainya dalam matanding dan mejejahitan. 
Berdoa atau memuja dengan bunga di sebuah tempat persembahyangan adalah titik kulminasi dari aktivitas muspa.
Dengan kualitas dari nunas ica dikatakan akan menentukan hasilnya bukan kuantitas atau seberapa banyak dia muspa setiap hari. 
Dengan memuja Tuhan, Ida Sanghyang Widhi Wasa untuk mencapai kebijaksanaan suci dan mencapai pencerahan rohani atau lascarya untuk mewujudkan bersatunya Atman dengan Parama Atman yang dapat menciptakan suasana spiritual yang mantap dan magis secara niskala.
Dimana penyucian jasmani dan rohani disebutkan adalah pembersihan diri yang bertujuan untuk mendapatkan kesucian secara lahir dan bathin sebagai harapan setiap orang.
***