Preta Karma

Preta Karma (Pretakarma) adalah upacara ngaben yang dilakukan oleh anak-anaknya beserta kerabat-keluarganya, sebagaimana disebutkan dalam Atharvaveda 18-2-27 sebagai berikut:
Apemam jiva arudhan grhebhyastam nirvahata pari gramaditah,
Mrtyur yamasyasiddutah pracetà asunpitrbhyo gamayam cakara
Dalam upacara sederhana menurut pustaka suci weda disebutkan artinya :
Wahai manusia, karena adanya keinginan-keinginan untuk hidup di dunia, maka diikat oleh ikatan dunia ini. Dewa Kematian Yama telah menjemput, sang Atma telah pergi ke alam pitra, untuk itu mayat segera dijauhkan dari rumah agar keluarga dapat tinggal dalam kedamaian.
Penjelasan:
Manusia yang telah meninggal, secepatnya dikeluarkan dari rumah agar kembali ke Panca Maha Bhuta melalui pembakaran mayat (kremasi/Ngaben). Karena mayat milik api, angin, air, angkasa dan bumi. Mayat tidak ada hubungan dengan keluarga karena Atma-nya telah memutuskan diri dari ikatan duniawi untuk mencapai moksa.
Jadi dengan demikian dapat diartikan bahwa:
  • Mayat secepatnya dikeluarkan dari rumah agar secepatnya kembali ke Panca Maha Bhuta melalui pembakaran mayat (kremasi). 
    • Sebenarnya tidak diperlukan dewasa (hari yang dianggap baik). 
    • Namun di Bali disesuaikan dengan adat setempat.
  • Dewa Kematian Yama telah menjemput, sang Atma telah pergi ke alam pitra yaitu sebagai peningkatan status dari preta melalui upacara sawa wedana dalam upacara pitra yadnya sebagai salah satu kewajiban suci tri rna kita kepada para leluhur.
***