Aja Were

Brahma Loka

Brahma Loka adalah alam suci Dewa Brahma dalam wujud fisiknya beliau menampilkan diri sebagai Dewa yang berwajah empat atau catur muka untuk memberikan pengetahuan dan pengembnngan kesadaran bagi para dewa dewi dan para atman sebelum melanjutkan ke tingkat alam selanjutnya.
Sebagai bagian dari Maha Loka, Suasana pemandangan alam surgawi ini sangatlah indah. 
Memasuki alam ini mereka akan merasakan kedamaian yang luas dan dalam, yang berpusat pada kejernihan pikiran dan pancaran sifat belas kasih.
Tata letak Tri Mandala pada Brahma Loka ini sebagaimana dalam samsara perjalanan Sang Atma disebutkan bahwa juga terdiri dari tiga mandala. 
  • Mandala bagian luar diisi oleh para Dewa-Dewi yang semasa hidupnya adalah para sadhaka yang taat bersadhana. Di mandala luar dari Brahma Loka ini para Dewa-Dewi bersikap dalam posisi meditasi di angkasa raya. 
    • Ada yang duduk bersila dalam posisi padma asana, ardha-padmasana, sukasana, siddhasana, 
    • Ada juga yang dalam posisi tadasana [berdiri], savasana [berbaring terlentang], dsb-nya. 
    • Ada yang berpakaian putih-putih, ada yang berpakaian oranye, ada yang berpakaian merah, 
    • Jumlah Dewa-Dewi di mandala luar ini sangat banyak. Mereka tekun bermeditasi dan mengembangkan kesadaran.
  • Mandala bagian dalam dihuni oleh para asisten Dewa Brahma. 
  • Sedangkan pada mandala bagian inti adalah stana dari Dewa Brahma. Dewa Brahma adalah dewa pengayom dan pelindung bagi para Dewa-Dewi suci tingkat awal, untuk terus mengembangkan kesadaran, agar kelak dapat bergerak naik menuju alam-alam suci tingkat tinggi.
Dengan kata lain menjadi perintis atau pencipta Dewa-Dewi dengan kesadaran tingkat tinggi. Itulah sebabnya oleh para Maharsi, para Mahayogi, dsb-nya, Dewa Brahma disebut sebagai Dewa “pencipta” dengan saktinya Dewi Saraswati sebagai pancaran pengetahuan suciNya.

Dan jika kita kembalikan kepada asal mulanya Hindu, yaitu pada saat pewahyuan Veda. Brahma Samhita dalam Dharmasastra3 Hindu Nusantara dikatakan bahwa :
Veda diwahyukan untuk pertama kalinya kepada Dewa Brahma sebagai mahluk hidup yang pertama. 
Dan tentunya pewahyuan ini tidak berlangsung di Bumi, tetapi di alam dewa Brahma, yaitu Brahma loka. Selanjutnya Brahma mewahyukan Veda kepada 7 orang Sapta Maha Rsi sebagai ajaran umat Hindu.
***