Lontar Purwa Gama

Lontar Purwa Gama adalah lontar yang menuntun agar selalu ingat melaksanakan suci laksana, khususnya pada hari Purnama dan hari Tilem, untuk mempertahankan serta selalu meningkatkan kesucian diri, terutama para Wiku / sulinggih untuk mensejahterakan alam ini beserta isinya yang dalam kutipan makna hari purnama & tilem, Hindu Bali Notes di facebook sebagaimana disebutkan
karena semua mahluk akan kembali ke hadapan yang Maha Suci\, Tuhan Yang Maha Esa, tergantung dari tingkat kesucian masing-masing.

Proses penyucian diri yang menurut petunjuk Sastra Agama ini menekankan pada, ”Suci Laksana”, karena pada pelaksanaannya mengandung makna yang sangat tinggi, dalam arti pada penekanan tersebut sudah terjadi penyatuan dari pelaksanaan Catur Yoga,
sehingga atas kekuatan dari Catur Yoga tersebut dapat menyucikan Stula Sarira (badan Kasar), dan Suksma Sarira (badan halus) dan Antahkarana Sarira (Atma), yang ada pada diri manusia.
Seperti contohnya suatu anugrah pada saat kelahiran anak yang memiliki melik dalam Lontar Purwa Gama ini disebutkan
anak tersebut memiliki rerajahan sejak lahir yang dapat menimbulkan kematian, sehingga diperlukan upacara pebayuhan otonan melik pada si anak untuk menetralisir kekuatan tersebut dan selalu ingat dalam melaksanakan suci laksana untuk mempertahankan dan meningkatkan kesucian diri.
Dalam beberapa petikan lontar :

  • Panca Durga sebagai pancaran yang dapat menimbulkan kekuatan negatif.
***