Siwam

Siwam adalah kesucian/kebajikan yang dalam makna pemujaan dilaksanakan untuk dapat mencapai moksartham jagadhita dan melepaskan diri dari segala noda dan aib, terlebih-lebih manusia yang berhadapan dengan Maha Pencipta dimana dalam etika dan pengendalian diri dalam meditasi disebutkan seperti berikut ini :
Jasmani harus bersih, lebih lagi rohaninya harus dibersihkannya dengan menyingkirkan alam pikiran dari dengki, iri, khianat dan lain-lain terhadap manusia yang lain.
Jika ini dapat dilaksanakan disebutkan manusia akan dapat menyinggahi titik kesempurnaan alam kebenaran untuk mencapai “kesucian”. Maha Pencipta tidak menghendaki sewaktu berhadapan dengan-Nya, manusia itu harus berpakaian yang berlebih-lebihan, cukup sederhana bersih walaupun ditambal dan paling penting kebersihan bathin atau alam pikiran.

Karena itu proses penyucian pikiran juga disebut “manacika parisudha” yang salahsatunya disebutkan orang yang hidup sehat dan berumur panjang salah satu penyebabnya karena ia menumbuhkan rasa cinta kasih pada semua makhluk.
Cinta kasih atau Kasih Sayang juga disebut dengan "Asih" yang dalam Tri Parartha disebutkan sebagai upaya untuk dapat mencapai kesempurnaan, kebahagian, keselamatan, kesejahteraan, keagungan dan kesukaan hidup dimana satu sama lain disebutkan saling berkaitan.
Menjaga hubungan kesucian dan keseimbangan sad kerti untuk alam ini secara sekala dan niskala dalam hal spiritual disebutkan aksara wijaksara yang diyakini memiliki kekuatan kesucian dan spritual religius dari Sang Hyang Widhi Wasa dalam wujud kesuciannya sebagai Tri Murti yaitu dengan Aksara Suci "OM" yang diucapkan dalam setiap mantra pemujaan dan persembahyangan agar ditujukan pada jalan dharma, kesucian dan kesejahteraan mahluk serta alam semesta ini.
 ***