Asta Wara

Asta Wara adalah delapan urip yang memiliki makna tersendiri dalam perhitungan ukuran panjang sikut maupun urip wewaran tradisional Bali dimana jumlah bilangan, jenis, (makna) dan uripnya disebutkan sebagai berikut.
  1. Sri (makmur) -> urip 6
  2. Indra (indah) -> urip 5
  3. Guru (tuntunan) -> urip 8
  4. Yama (adil) -> urip 9
  5. Ludra (peleburan) -> urip 3
  6. Brahma (pencipta) -> urip 7
  7. Kala (nilai) -> urip 1
  8. Uma (pemelihara) -> urip 4
Namun penentuan astawara untuk hari baik dibedakan menjadi dua sebelum wuku dungulan dan setelah wuku dungulan karena berkaitan dengan Sang Kala Tiga Wisesa dimana disebutkan dalam pertumbuhan ajaran wariga oleh Wayan Simpen Atmaja karena :
Wuku Dunggulan adalah wuku perkecualian karena adanya Kala Tiga, tiga kali berurut-urut mulai dari Redite Kala, Coma Kala dan Anggara Kala. Oleh karena itu Astawara yang jatuhnya sebelum wuku dunggulan, maka rumusnya harus + 2 sebelum dibagi,karena adanya Kala Tiga itu.
Adapun rumus perhitungan Urip Astawara disebutkan sebagai berikut :
  • Rumus ini berlaku untuk wuku sesudah wuku Dunggulan (atau setelah habis hari raya Galungan) yaitu : ( Nomor wuku X 7 + nomor Saptawara yang dicari ) : 8.
  • Sebelum Wuku Dungulan menjadi: ( nomor wuku X 7 + 2 + nomor Saptawara yang dicari ) : 8
    • Bila sisanya 1 = Sri
    • Bila sisanya 2 = Indra
    • Bila sisanya 3 = Guru
    • Bila sisanya 4 = Yama
    • Bila sisanya 5 = Ludra
    • Bila sisanya 6 = Brahma
    • Bila sisanya 7 = Kala 
    • Bila sisanya 8 (0) = Uma.
Contoh :
  • Saniscara Medangsia, ( Medangsia adalah wuku sesudah Dunggulan ) :
    • Medangsia nomor = 14
    • Saniscara nomor = 6
    • Rumus : ( 14 X 7 + 6 ) : 8
    • Sisa = 8 ( 0 )
    • Saniscara Medangsia Astawaranya adalah Uma.
  • Buda Wariga ( Wariga adalah wuku sebelum Dunggulan )
    • Wariga nomor = 7
    • Buda nomor = 3
    • Rumus : ( 7 X 7 + 2 + 3 ) : 8
    • Sisa = 6
    • Jadi Buda Wariga, Astawaranya adalah Brahma.
***