Tahukah Anda ? Yasa kerti lan bhakti... memargi antuk manah suci.

Parwa Mahabharata

Parwa Mahabharata adalah 18 parwa dari epos mahabharata yang merupakan kisah epik dan terbagi menjadi delapan belas kitab atau sering disebut Astadasaparwa (Asta Dasa Parwa) sebagaimana dikutip dari artikel itihasa mahabharata yang kedelapan belas parwa disebutkan secara singkat sebagai berikut :
  1. Adiparwa, menceritakan kisah pemutaran gunung mandara giri di lautan Ksirarnawa dan munculnya tokoh - tokoh dari kisah awal dari cerita mahabharata.
  2. Sabhaparwa, kisah kepribadian drupadi dalam sebauh permainan dadu.
  3. Wanaparwa, menceritakan tentang para pandawa menjalani hukuman di tengah hutan dimana percakapan antara Yaksa & Yudistira tertuang dalam Yaksa Prasna sebagai renungan sradha.
  4. Wirataparwa, juga menceritakan asal usul terciptanya Dewi Uruwasi dengan kesaktiannya yang sangat ampuh, mampu mengutuk Sang Arjuna menjadi seorang waria.
  5. Udyogaparwa, kisah tentang persiapan perang keluarga Raja Bharata (Bharatayuddha) dimana Kresna yang bertindak sebagai juru damai.
  6. Bhismaparwa, diakhiri dengan dikalahkannya Bisma, kakek para Pandawa dan Korawa. Bisma mempunyai sebuah kesaktian bahwa ia bisa meninggal dunia pada waktu yang ditentukan sendiri ..
  7. Dronaparwa, berawal dari kisah kegagalan Drona untuk mencari sahatnya yang bernama Drupada.
  8. Karnaparwa, 
  9. Salyaparwa, berkaitan dengan gugurnya Prabu Salya dengan Aji Candra Bhairawa yang dimiliki.
  10. Sauptikaparwa, 
  11. Striparwa, kepulangan para Pandawa usai Bharata Yudha yang menyiratkan etika dan ketuhanan.
  12. Santiparwa, berisikan tentang nasihat Bhisma kepada Yudhistira.
  13. Anusasanaparwadi akhir hayatnya, Bhisma mengajarkan tentang ajaran dharma, artha, aturan / sasana tentang berbagai upacara, kewajiban seorang raja, dan sebagainya kepada Yudistira.
  14. Aswamedhikaparwa, kisah kelahran Parkesit dan pelaksanaan Upacaa Aswameda.
  15. Asramawasikaparwa, 
  16. Mausalaparwa | setelah perang berakhir, terjadilah pertanda-pertanda alam yang buruk maknanya.
  17. Mahaprastanikaparwa, dan 
  18. Swargarohanaparwamenceritakan perjalanan para pandawa menuju sorga.
Sehingga keseluruhan parwa - parwa dari Mahabharata tersebut dijelaskan banyak sekali penjabaran kitab suci weda yang termuat dalam dialog para Tokoh Mahabharata dalam kisah aslinya.
***