Santi Parwa

Santi Parwa adalah parwa yang keduabelas dari Mahabharata yang berisikan tentang nasihat Bhisma kepada Yudhistira dalam hal politik Hindu sebagaimana disebutkan yaitu :
Hindu dikatakan memberikan apresiasi yang begitu tinggi terhadap politik, bahkan mengandaikan seluruh aktivitas kehidupan manusia harus dikendalikan ’oleh’ dan ’melalui’ sistem politik
Hal ini tergambar dari nasihat Bhisma kepada Yudhistira dalam kitab Santi Parwa ini yang dikatakan bahwa :
”Manakala politik telah sirna,
Weda pun akan sirna pula,
semua aturan hidup hilang musnah,
dan semua kewajiban manusia akan terabaikan. 
Ketika tujuan hidup manusia – dharma, artha, kama – semakin menjauh, juga ketika pembagian masyarakat semakin kacau, maka pada politiklah semua berlindung; 
Pada politiklah semua awal tindakan diwujudkan;
Pada politiklah semua kegiatan agama dan yajna diikatkan;
Pada politiklah semua pengetahuan dipersatukan; 
dan pada politiklah semua dunia terpusatkan”.
Sloka tersebut menegaskan bahwa politik adalah panglima kehidupan yang mengendalikan sistem pengetahuan, mengontrol sistem nilai, dan mengawasi sistem tindakan masyarakat. 
Politik dan agama, dipandang memiliki hubungan demikian erat dan padu. Tujuan politik Hindu adalah memastikan tegaknya dharma yang menjadi inti ajaran Weda.
***