Aja Were

Mecolongan

Mecolongan (Pacolongan; Macolongan) adalah ucapan terima kasih si bayi pada saat upacara nyambutin dan juga sebagai ucapan “selamat jalan” (semacam farewell party) kepada Nyama Bajang dalam upacara tiga bulanan, dalam stiti daharma online sebagaimana disebutkan, 
mecolongan dilaksanakan pada saat kelahiran bayi berumur 3 x 35 hari = 105 hari dengan bayi natab banten Bajang Colong sedangkan Nyama Bajang disimbolkan dengan “raregek”.
Medasar antuk ngiyu, medaging aled gde duwur nyane medaging beras ajumput, laklak dll dalam kelengkapan tetandingan banten pacolongan, dengan si Bayi natab banten bajang colong ini pada saat upacara nyambutin yang artinya bahwa si bayi menerima lungsuran (prasadam) dari "kakaknya" atau saudara catur sanak yang disebutkan dalam kandapat sebagai kekuatan Hyang Widhi yang selalu menyertai roh (Atman) manusia sejak embrio.

Untuk Mantram Bajang Colong sebagai bagian dari upacara manusa yadnya dalam Babad Bali sebagaimana disebutkan dapat diucapkan sebagai berikut :
"Om Sang Korsika, Sang Garga, Sang Metri, Sang Kurusia, Sang Pratenjala, imalipa-imalipi, mukadi bapa bajang, bajang toya, bajang lenga, bajang dodot, bajang tember, bajang deleg, bajang be julit, bajang sapi, bajang kebo, bajang papah, wmah sakwening ingaranan sarwa bajang-bajang susila, si bajang weking, iki tadah sajinira dena becik, manawi wonten kekiranganipun, iki pis satak pitu likur, benang atukel nggena tuku ring pasar agung, apan kita agawe ala aya, mangkin ulun aminta sih nugraha, ring kita sadaya turuman atmaning rare raga waluman nira manika, aja sira munah manih, wastu pukulun sida rahayu, seger oger urip waras embanen rahina wengi.
Om Sidhi rastu ya namah swaha".
 Artnya,
Om Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi sebagai Panca Korsika (Sang Korsika, Garga, Mentri, Kurusya dan Pratanjala) sebagai penguasa dari pengaruh-pengaruh jahat, terimalah persembahan ini dengan senang hati, dan pelengkap lainnya sebagai penebus. 
Oleh karena Engkau yang menentukan baik dan buruk maka dengan ini hamba memohon wara nugrahamu semoga atma/ roh si anu mendapat keselamatan selamanya.

Dan semoga Sang Hyang Widhi Wasa berkenan mengabulkannya.
***