Tahukah Anda ? *) Pencarian data

Grehasta

Grehasta adalah tingkat kehidupan berumah tangga "mekurenan" atau berkeluarga dan merupakan tingkatan kedua setelah Brahmacari dalam ajaran tingkatan hidup Catur Asrama atas dasar keharmonisan.

Dalam memasuki masa Grehasta diawali dengan suatu upacara yang disebut Wiwaha Samskara (Perkawinan) yang bermakna sebagai pengesahan secara agama dalam rangka kehidupan berumahtangga (melanjutkan keturunan, melaksanakan yadnya dan kehidupan sosial lainnya) yang dalam wiwaha menurut hindu berdasarkan veda dilaksanakan dengan :
Kedua mempelai memutuskan benang papegat
sebagai tanda mereka berdua telah memasuki hidup Grehastha.
Oleh karena itu juga dijelaskan bahwa penggunaan Artha dan Kama sangat penting artinya dalam membina kehidupan keluarga yang harmonis dan manusiawi berdasarkan atas Dharma kebaikan di kehidupan ini.

Seperti kita ketahui, tujuan tingkatan hidup Grahasta (Menurut Hindualukta dalam membuat anak (putra) suputra berdasarkan Kitab Suci Veda) disebutkan yaitu :
  • Untuk dapat menghasilkan anak yang suputra yang memiliki kesadaran akan Tuhan dan berjalan dalam pondasi Dharma.
  • Bahu membahu bersama pasangan dalam melaksanakan berbagai yajna sehingga kedua-duanya berangsur-angsur akan terangkat ke dalam tataran kerohanian yang lebih tinggi.
Orang yang menapak kehidupan Grahasta yang benar-benar berlandaskan pada dharma akan selalu berpijak pada dua tujuan ini, sehingga mereka tidaklah memilih pasangan hanya karena harta, kedudukan material ataupun hanya berdasarkan fisik semata.

Dan sebagai tambahan;
Disebutkan ketika orang suci menginjakkan kakinya di rumah seorang grihastha (orang yang berumah tangga) dan grihastha itu sempat melakukan pelayanan kepada orang suci tersebut, 
dapat dimengerti bahwa ia adalah orang yang sangat berbahagia. Tanpa melakukan sembahyang atau yajna khusus, mereka memperoleh hasil dari pelaksanaan sembahyang atau yajna.
Demikian disebutkan sebagai tambahan dalam kisah Raja Hariscandra Mahabharata yang dikenal didalam cerita-cerita Purana-Itihasa sebagai seorang raja yang mulia dengan kehidupan rumah tangga yang harmonis.
***