Aja Were

Kori

Kori | pintu masuk ke sebuah pekarangan untuk tempat-tempat suci yang diagungkan, di beberapa tempat disebut Aring atau angkul-angkul (untuk rumah tradisional Bali) dalam variasinya kori dibangun dengan berbagai kemungkinan untuk keindahan sesuai dengan fungsi dan lingkungannya.

Adapun kori pada pura berfungsi sebagai pintu gerbang yang membagi komplek pura menjadi beberapa bagian :
  • Kori I (pertama) disebut Candi Bentar | simbul dari pecahnya Gunung Kailaca tempat Dewa Ciwa bertapa. Diluar Candi Bentar ini (halaman luar / jaba pura) biasanya terdapat Bale Kulkul dan Wantilan.
  • Kori II (lapisan kedua) biasanya merupakan Candi Kurung (Kori Agung) yang berfungsi untuk memasuki halaman dalam (Jeroan) dan disebelahnya dibuatkan Betelan dengan dikanan kirinya diisikan arca-arca Dwara Pala.
    • Diatas Kori Agung diisi hiasan Kala sebagai putra Ciwa, Candi Bentar merupakan simbolis dari mulut yang ternganga dan Candi Kurung simbolis daripada Klep (Cadik Kerongkongan) yang disebut juga dengan istilah : “Rahasia Muka” yang ada dimulut sebelum kedalam untuk mendapatkan rahasia yang ada didalamnya.
Penempatan Kori

Untuk penempatan Kori dipakai pedoman sebagai berikut :
  • Pertama-tama lebar tembok (panjang muka pekarangan) yang akan dibangun kori diukur (ukuran depa) seluruhnya, setelah itu dibagi 9. 
  • Setiap bagian itu mempunyai nama dan makna tersendiri. Penempatan kori itu ada ketentuan masing-masing sesuai dengan muka rumah (halaman) kita menghadap ke arah mana, misalnya :
    • Pintu Gerbang Kori menghadap ke Timur harus memperhatikan ketentuan muka sebelah Utara (Timur Laut) dengan sebutan sbb : 
      1. Wekasih Perih, 
      2. Kena Bakten, 
      3. Suka Mageng, 
      4. Kena Bakten, 
      5. Kebrahman, 
      6. Dana Werdi 
      7. Nohan, 
      8. Stri Jahat, 
      9. Dirga Yusa,
        •  Dari nama-nama dan makna tsb, dipilih lokasi pada perhitungan ke berapa sesuai dengan makna yang kita kehendaki, sebagai contoh pilihlah nomor ke #9, yaitu Dirga Yusa.
    • Pintu Gerbang Kori menghadap ke Selatan, maka diukur dari ujung Timur (Tenggara) ; 
  1. Baya Agung, 
  2. Tan Panak, 
  3. Suka Mageng 
  4. Brahma Stana, 
  5. Dana werdi, 
  6. Tan Werdi Sugih, 
  7. Tan Werdi, 
  8. kepaten paten, 
  9. Ke Geringan
    • Pintu Gerbang Kori menghadap ke Barat, diatur dengan mengukur dari ujung Barat Daya (Utara) ke Tenggara memakai perhitungan dengan sebutan sbb : 
      1. Baya Agung, 
      2. Musuh Makuweh, 
      3. Werdi Emas, 
      4. Werdi Guna, 
      5. Danawan, 
      6. Brahma Stana, 
      7. Suka Mageng, 
      8. Kapyutangan, 
      9. Karogan Kala.
    • Pintu Gerbang Kori menghadap ke Utara, diukur dari sudut Barat (Barat Laut) ke Arah Timur dengan sebutan sbb; 
      1. Tan Panak, 
      2. Kawikanan, 
      3. Nohan, 
      4. Kadalih, 
      5. Danawan,
      6. Kapyutang, 
      7. Suka Mageng,
      8. Kawisesan, 
      9. Kawignan
 ***