Pintu Masuk Pekarangan Rumah

Pintu masuk pekarangan rumah dalam asta kosala-kosali disebutkan bahwa selain menemukan posisinya yang tepat juga berfungsi untuk menangkap dewa air sebagai sumber rejeki dimana ukuran pintu masuk juga harus diatur sebelum memasuki natah pekarangan rumah yang asri dan indah.

Jika membuat pintu masuk lebih dari satu, lebar pintu masuk utama dan lainya tidak boleh sama.
Termasuk tinggi lantainya juga tidak boleh sama. 
Lantai pintu masuk utama (di Bali berbentuk gapura/angkul – angkul) harus dibuat lebih tinggi dari pintu masuk mobil menuju garase. 
Jika dibuat sama akan memberi efek kurang menguntungkan bagi penghuninya bisa boros atau sakit-sakitan.Akan sangat bagus bila di sebelah kiri (sebelah timur jika rumah mengadap selatan) diatur jambangan air (pot air) yang disi ikan.
Ini sebagai pengundang Dewa Bumi / Pertiwi untuk memberi kesuburan seisi rumah.
Tak menempatkan benda – benda runcing dan tajam yang mengarah ke pintu masuk rumah seperti penempatan meriam kuno, tiang bendera, listrik dan tiang telepon atau tataman yang berbatang tinggi seperti pohon palm,karena membuat penghuninya sakit sakitan akibat tertusuk.
Got dan tempat pembungan kotoran sedapat mungkin di buat di posisi hilir dan lebih rendah dari pintu masuk. 
Kalau menempatkan kolam di pekarangan rumah hendaknya dibuat di atas permukaan tanah (bukan lobang).
Kolam di buat di sebelah kanan pintu masuk dengan posisi memelu rumah, bukan berlawanan. Karena keberadaan kolam yang tidak sesuai akan mempengaruhi kesehatan penghuni rumah.
***