Aja Were

Baya

Baya artinya segala sesuatu yang membahayakan.

Seperti dalam filosofi penggunaan Banten Bayakaon yang berfungsi sebagai sarana untuk menghilangkan semua gejolak negatif yang bersumber dari ahamkara (egoisme).

Namun disebutkan tetaplah optimis walau terkadang bahaya datang bertubi-tubi seakan tak memberimu kesempatan untuk bernafas lega.

Tersebutlah pada masa berburu pada zaman prasejarah manusia, binatang rusa dll kerap menjadi lukisan dinding goa orang-orang jaman dahulu.

Konon dalam sebuah pengejaran terhadap seekor rusa dalam yaksa prasna diceritakan kelima Pandawa merasa haus.
Yudistira pun menyuruh Sadewa mencari air minum.

Pada suatu hari diceritakan seekor rusa betina sedang hamil;
Ketika hampir detik-detik kelahirannya, rusa ini pergi ke suatu tempat yang jauh di pinggir hutan yang berdekatan dengan sungai.

Tiba-tiba sesuatu yang tidak ia bayangkan terjadi !
Terdengar suara gemuruh dari langit dan tiba-tiba tampak kilat yang menyambar kepermukaan bumi.
Hutan kering ini terbakar dahsyat karena percikan api dari petir tersebut.

Ketika rusa ini menoleh ke kiri, tampak pemburu telah siap melesatkan anak panah ke arahnya.

Saat menoleh ke kanan, ia pun terkejut melihat seekor singa lapar yang siap menerkamnya.

Maka tiada pilihan bagi rusa ini selain :
  1. Mati dimangsa singa.
  2. Mati terkena panah.
  3. Mati terbakar.
  4. Atau mati tenggelam karena melompat ke sungai.
Yang jelas ...
Bahaya mengancam dari berbagai penjuru dan tidak ada lagi kesempatan untuk berlari.
Lalu apa yang harus ia lakukan?
Bersedih dan merintih?
Menangis dan menjerit?
Atau ia harus berlari sementara kondisinya begitu lemah?
Atau menyerah pada keadaan?

Rusa pun pasrah.
Dia hanya fokus untuk melahirkan bayinya.

Lalu apa yang terjadi?
Kilat-kilat yang menyambar mengganggu pandangan si pemburu.
Akhirnya panah yang dilesatkan pun meleset dan mengenai si singa lapar.

Singa malang itu mati seketika.

Tiba-tiba hujan datang begitu deras dan memadamkan kebakaran di hutan tersebut.
Pemburu lari mencari tempat berteduh dan tidak fokus lagi kepada rusa tersebut.
Rusa pun melahirkan dengan selamat !

Demikianlah disebutkan, hidup ini haruslah tetap optimis.
Segala kesulitan menyerbumu dari segala arah. Masalah datang bertubi-tubi seakan tak memberimu kesempatan untuk bernafas lega.

Masalah di tempat bekerja,
Masalah di dalam rumah,
Masalah di jalan,
Masalah dengan anak-anak kita semuanya datang bersamaan.

Seakan kamu tidak bisa lagi berbuat apa-apa..
Lalu apa yang harus dilakukan?

Jadilah seperti Rusa.
Biarkan semuanya berjalan apa adanya dan tetaplah fokus dan optimis.
Lakukan sesuatu yang mampu kau lakukan !
Selebihnya serahkan kpada TUHAN

Karena Tuhan lah yang mengatur jalan kehidupanmu.

Maka dari itu, 
Dalam ciri tradisional kain batik Bali ditandai dengan adanya lambang-lambang khas daerah seperti adanya binatang-binatang rusa dll sebagai lambang tetaplah kita optimis walau bahaya datang bertubi-tubi. 
***