Indrakila

Letak pura Indrakila 
yang berada di atas bukit kecil, 
menambah indahnya suasana
Indrakila, adalah salah satu panca giri yang dahulu disebutkan sebagai tempat pertapaan dimana Shiva memberikan Arjuna senjata Pashupata dan menjadi tak terkalahkan.

Dan sebagai tempat pertapaan para pemimpin, Pura Indrakila, yang berada di Desa Dausa Kecamatan Kintamani kira-kira 40 km utara kota Bangli disebutkan :
Dari cerita rakyat secara turun-temurun didapatkan penjelasan bahwa Pura tersebut ada hubungannya dengan salah satu episode ceritera Mahabharata yang menyangkut pertapaan Arjuna -- penengah Pandawa -- di Gunung Indrakila tersebut
Tersebutlah dalam Shiva Purana, agamatirtha diceritakan, ketika Duryodana merampas hak bagian dan kekayaan dari Pandawa atas kerajaan Hastinapura dalam permainan dadu. Sebagai akibat dari hal ini, para Pandawa harus menghabiskan bertahun-tahun di hutan selama 12 tahun. 
Sementara mereka berada di hutan, Vedavyasa pun datang untuk mengunjungi Pandawa. Vedavyasa menyarankan kepada mereka untuk memuja Shiva, agar diberikan keselamatan selalu dan ketabahan dalam menjalani hukuman ini . 
Tapi karena Arjuna adalah yang paling cocok di antara para Pandawa untuk memuja Shiva, Vedavyasa mengajarkan mantra khusus (mantra) kepada Arjuna. Kemudian ia meminta Arjuna untuk pergi ke Gunung Indrakila dan berdoa untuk Shiva di sana. Gunung Indrakila berada di tepi sungai Bhagirathi. Arjuna pergi ke Gunung Indrakila. 
Dia membuat Lingga dari tanah liat dan mulai untuk berdoa kepada Shiva. Berita tentang Arjuna yang sedang bertapasya tersebar di mana-mana, bahkan sampai terdengar di Sorga, alam swah loka.
Arjuna pun berdiri di salah satu kaki dan selalu membacakan mantra yang telah diajarkan Vedavyasa kepadanya. Waktupun berjalan dan Arjuna khusyuk dalam tapasyanya, namun tiba-tiba, Arjuna melihat seekor babi hutan yang ganas mendekat. 
Arjuna berpikir bahwa ini mungkin babi hutan ganas datang dan mengalihkan perhatiannya dari tapasya. Atau, mungkin merupakan perwujudan dari beberapa setan dan bisa membunuhnya jika tidak dilakukan sesuatu tindakan. 
Akhirnya Arjuna mengangkat busur dan anak panahnya dan memanah babi hutan itu. Sementara itu, Shiva yang telah memutuskan untuk menguji keteguhan tapasya Arjuna , mengubah diriNya sebagai seorang pemburu. 
Ketika Arjuna melepaskan anak panah tepat mengenai babi hutan tersebut, begitu juga panah sang pemburu (penjelmaan Shiva) juga mengenainya dengan tepat.  
Panah sang pemburu menghantam bagian belakang babi hutan sedangkan panah Arjuna mengenai bagian mulutnya. Babi hutan itu pun seketika mati.
Sebuah perselisihan akhirnya terjadi antara Arjuna dan pemburu, tentang siapa yang telah membunuh babi hutan tersebut. Semua mengklaim itu untuk dirinya sendiri. Mereka mulai bertengkar dan akhirnya saling serang. Tapi senjata apa pun yang dilontarkan oleh pemburu itu, dapat dengan mudah ditangkis oleh Arjuna. 
Ketika semua senjata sudah habis, dua orang itu mulai bergulat.
Setelah pertarungan berlangsung selama beberapa saat, Shiva kembali ke wujud asliNya . Arjuna menjadi terkejut dan malu, bahwa dia telah berperang dengan Tuhan yang selama ini dia puja
"Mohon maafkan atas kelancangan hamba wahai Tuhan semesta alam", kata Arjuna. 
"Tidak apa-apa anakKu Arjuna", jawab Shiva. "Aku hanya berusaha untuk menguji Ananda". Aku senang melihat tapasyamu, katakan padaku permohonan apa yang kamu inginkan?"
Akhirnya, Arjuna pun memohon agar dianugerahi kemuliaan di bumi. Shiva memberikan Arjuna senjata Pashupata. 
Sebuah senjata ilahi yang sangat kuat dan dengan memiliki senjata ini membuat Arjuna tak terkalahkan.
***