Aja Were

Perselisihan

Perselisihan adalah munculnya sifat ego manusia yang kurang menyadari tentang hak dan kewajiban yang ada pada kita dan orang lain yang terkait diantara keduanya.

Secara niskala, hal ini disebutkan juga bisa disebabkan adanya karang panas, selalu terjadi perselisihan atau sering terjadi keributan dengan keluarga atau tugelan sehingga dikatakan diperlukan caru eka sata untuk mengharmoniskannya kembali.

Jika dalam menjalani hidup disepanjang jalan kehidupan ini manusia mau menjalaninya dengan benar dan hati yang sejujur-jujurnya, sejatinya tdak akan muncul perselisihan. 

Itulah disebut TAPANING KAHURIPAN. sekalipun tidaklah mudah untuk menjalaninya.

Emosi dan Kemarahan yang tak terkendali dapat menjadi penyebab sebuah musibah dari adanya perselisihan;
Bahkan peperangan, muncul dari emosi yang tidak terkontrol seperti yang diceritakan dalam kisah-kisah itihasa Ramayana dan Mahabharata.

Sehingga dalam Hindu disebutkan ruginya orang berselisih;
Kalau berselisih dengan siapapun...
Walaupun kita menang... 
Pada prinsipnya kita kalah...
Yang menang, hanya ego diri sendiri yang tinggi dan yang naik adalah emosi.
Yang jatuh adalah citra dan jati diri kita sendiri.

Maka dari itu dikatakan, 
Tidak ada artinya kita menang dalam perselisihan...

Begitupun apabila menerima teguran, 
Tidak usah terus melenting atau berkelit, bersyukurlah, masih ada yang mau menegur kesalahan kita...
Itu berarti masih ada orang yang memperhatikan kita...

Jaga selalu kekompakan dalam kebersamaan...
Jaga lisan, perbuatan dan tulisan agar tidak ada hati yang tersakiti.

Semoga kita semua selalu dapat menjaga dan mengedalikan Ego dan Emosi,
Dan selalu menjadi manusia yang pandai bersyukur...
"Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun,
Karena yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu."

Teruslah melangkah selama engkau berada dijalan yang baik, meski terkadang kebaikan tidak selamanya dihargai.
Karena hidup ini disebutkan bukan tentang siapa yang terbaik, tapi siapa yang mau berbuat baik.

Jika datang kepadamu gangguan, jangan berpikir bagaimana cara membalas dengan yang lebih pedih, tapi berpikirlah bagaimana cara membalas dengan yang lebih baik.

Dengan demikian, sibukkan diri dalam kebaikan, hingga keburukan lelah mengikutimu.
***