Sapi

Sapi (dalam catur weda) disebutkan adalah sebagai penyangga alam yang memberikan kehidupan kepada manusia, karenanya harus disucikan, dihormati, dan dilimpahi kasih sayang misalnya disebutkan antara lain dalam: Rg Weda 10.176.1, Atharwa Weda 3.28.4, Yayur Weda 23.48 dan Sama Weda 176.

Dalam perkembangan sejarah Bali & Agama Hindu, sapi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
  • Lembu yang berwarna putih, yang dapat diperah empehan susunya, dan 
  • Banteng yang berwarna merah, umumnya tidak diperah susunya.
Tafsir-tafsir tentang Sapi baik yang ada dalam Catur Weda maupun dalam Upanisad adalah sapi jenis Lembu.

Demikian disebutkan dalam kutipan "Pemahaman Tentang Tuhan dan Dewa" dalam artikel Stiti Dharma Online (ref)

MENGAPA SAPI BEGITU PENTING BAGI ORANG-ORANG BALI & HINDU?

Di Bali penggunaan sapi dalam sejarahnya, disebutkan bahwa :
Pada zaman dahulu, “Metekap” adalah istilah orang Bali dalam membajak sawah mereka, peralatan tradisional yang mereka pakai terdiri dari “UGA” ditaruh pada leher kedua ekor sapi yang kemudian di ikat pada “TENGALA” dan “LAMPIT” yang berfungsi untuk membajak sawah.
Di beberapa negara lain seperti halnya di India sana dalam kutipan beberapa komentar artikel "ada yang makan daging sapi, ada yang tidak", dalam forum diskusi jaringan hindu nusantara disebutkan bahwa :
Ketika orang-orang Arya menetap di India, sapi adalah satu-satunya binatang yang dapat mereka ternakan. 
Pada zaman Weda, sapi adalah anugrah yang sangat berharga bagi masyarakat. Sapi menyediakan bagi mereka susu, daging, keju dan yogurt. Kulit sapi yang mati dipergunakan utuk tempat berteduh dan pakaian.
Jadi masyarakat dalam zaman Weda sungguh-sungguh berhutang budi dalam banyak hal kepada sapi. Ini kemudian membuat mereka memandang sapi dengan penuh penghormatan. 
Mythologi berbicara tentang seekor sapi abadi (celestial cow) bernama Kamadhenu yang dapat memberikan dan memenuhi semua keinginan. 
Krishna sebagai pengembala dan dia menghabiskan masa kanak-kanak dan masa mudanya memelihara sapi. Sejalan dengan waktu, sapi dipandang sebagai sebuah simbol ibu. Bahkan dalam tulisan Manu ada referensi khusus kepada sapi, dan melarang pembunuhan sapi. 
Rig Weda (6:28) mengatakan, "Sapi-sapi adalah Tuhan; mereka tampak bagiku menjadi Indra, Dewa Surga." Masyarakat Hindu diharapkan menjadi vegetarian. 
Bagi orang-orang Hindu fanatik, sapi masih merupakan segala sesuatu. Tentu saja mayoritas orang Hindu menghindari makan daging sapi. 
Namun bagaimanapun, diantara massa fanatik di India, membunuh sapi akan merupakan masalah yang sangat kontroversial untuk masa-masa yang akan datang ???.
Disebutkan pula dalam kutipan artikel tersebut >> mantra untuk menyemblih hewan / binatang
***