Kanda Pat Sari

Kanda Pat Sari | disebutkan adalah ajaran yang utama tentang ilmu kesaktian, kesidian dan kewisesan yang dalam ringkasan lontar kanda pat sari tersebut tersurat bahwa : pada waktu kita lahir ke dunia ini, pada saat yg sama lahir / diikuti pula oleh Sanghyang Panca Mahabutha, yang lahir bersama-sama dengan Sanghyang Tiga Sakti.
  • Sanghyang Tiga Sakti amor ring Bhuwana Agung, Beliau (Tiga / Tri Sakti) di puja oleh semua mahkluk hidup di dunia ini dan juga dipuja di Pura Kahyangan Tiga : Pura Desa, Pura Puseh, Pura Dalem. 
  • Sanghyang Panca Mahabutha menjadi pepatih di segala penjuru dunia. Sebagai pemelihara dunia. Dan semuanya mahasakti tidak terhingga. Bila Beliau di puja, diyakini, dan diresapi, maka Beliau dapat ngrangsuk ke dalam badan. Dapat memberikan jalan menuju kebijaksanaan, kewibawaan, kesaktian, kesidian, kawisesan, dan kemulyaan.
Dalam Kanda Pat Sari ini disebutkan pula bahwa :
  • Dalam hubungannya dengan kesakralan tempat suci yang dijaga oleh para pepatih yang sebagaimana disebutkan sebagai berikut :
(Sebagaimana dijelaskan ajaran kanda pat sari dalam artikel Hindu tentang ilmu kesaktian, kesidian dan kewisesan.)
  • Nama-nama khas nak Bali itu dalam sastra kanda pat sari ini sejatinya juga disebutkan merupakan penanda urutan kelahiran sang anak sebagai warisan turun temurun yang melekat.
Dalam ajaran kandapatsari juga diuraikan bahwa aksara Ongkara Tungtang Buana merupakan junjungan para leyak di Bali sampai ke Nusa Penida. Seperti dikatakan Adistra Bandana, dalam aneka bentuk dan makna aksara dalam budaya Bali disebutkan bahwa :
Aksara ini dapat digunakan untuk memerintah semua penganut ilmu hitam dan dapat membunuh api leyak yang sedang terbang.
Dilihat dari bentuknya, Ongkara ini termasuk jenis aksara modré berbentuk lingkaran. Sebagai aksara pokok pembentuknya adalah ma, tha, ga, ka. Perlengkapan aksaranya adalah taling tedung, bisah, guwung, gantungan na, dan ulu ricem.
***