Walaupun ditengah hiruk-pikuk keramaian dan kemacetan hendaknya kita tetap sabar

Mari kita belajar menahan diri, ego dan hati kita terutama menjaga lisan kita supaya tidak terjadi ketersinggungan;
Ingatlah ajaran TAT TWAM ASI niscaya hidup ini damai.
Diceritakan oleh seorang pramuwisata Gede Kurniawan di fb yang sedang mengajak turis German melihat-lihat keindahan alam di Bali disebutkan bahwa orang Bali memang betul2 "GILA;
Walaupun ditengah hiruk-pikuk keramaian dan kemacetan mereka masih bisa sabar mengendalikan ego dan emosi, bahkan sambil saling mengangguk dan tersenyum
Malam kemarin seorang tamu german bercerita tentang pengalamannya di Bali. Di tengah kemacetan jalan di Ubud Bali siang itu dia melihat kendaraan saling serobot tdk ada yg mengalah. Namun jalan tetap lancar walau padat merayap.

Saat dia lihat kendaraan orang Bali saling beradu mencari jalan ditengah kemacetan ternyata tidak ada pertengkaran yg terjadi. 
Katanya kalau di negara nya pasti sudah saling teriak. Di Bali apa yg terjadi orang malah senyum dan saling memberi jalan. Dia merasa heran walaupun macet tapi tetap damai.
Kesimpulan dia berkata, ternyata tidak hanya alam Bali yg indah namun hati orang Bali juga indah. Sayapun tertegun mendengarnya. 
Akankah keindahan di dalam tetap terjaga ?
Om Santih Santih Santih Om
***