Yama Purwana Tatwa

Yama Purwana Tatwa adalah lontar kamoksan yang berisikan tentang hubungan antara atman dengan Paramatman Hyang Widhi dan leluhurnya Bhatara Kawitan sebagimana disebutkan :
  • Rerajahan kajang pada upacara ngaben untuk masing - masing "Bhisama Kawitan" yang secara spesifik disesuaikan dengan jenis kajang dan ketentuan surat kajang dari masing - masing pura kawitan.
  • Manuk Dewata disebutkan wahana sang atman pada upacara pengabenan yang berfungsi untuk melancarkan perjalanan roh / atman dari berbagai rintangan atau hambatan yang akan dialami oleh roh dalam perjalanannya menghadap Sang Hyang Widhi sehingga saat tiba di setra, sawa yang berwahanakan / diiringi dengan manuk dewata mengelilingi tempat pembakaran tiga kali ke kiri.
  • Sawa Wedana menurut Yama Purwana Tatwa disebut dengan istilah Mependem Ring Gni, megenah di petulangan
  • Fungsi Upacara Pengabenan Uttama menurut Teks Yama Purwana Tattwa dalam kutipan artikel dharmavada disebutkan memilah upacara kematian menjadi tiga bagian,
    • pengabenan | pengiriman | memukur / nyekah.
    • sang atma di angkat  kembali, di-sthana-kan pada adeg sekah, dipuja utpathi sebagai simbolis penyatuan, disucikan, kemudian dipralina, selanjutnya dianyut.
***