Aja Were

Caru Panca Sanak

Caru Panca Sanak adalah bagian dari bhuta yadnya yang berfungsi untuk mengharmoniskan “areal palemahan atau wilayah yaitu :
  • Mengharmoniskan Bhuta Kala yang dibawah kekuasaan Dewa Rudra.
    • Tetandingannya medasar caru panca sata lalu ditambah dengan satu unit lagi, yang ditempatkan dibarat daya.
  • Dipergunakan pada caru-caru “penakluk marana” yang diselenggarakan di “penangkalan desa” pada sasih keenem yang dimaksud penangkalan desa adalah batas desa bagian selatan (kelod).
    • Tetandingannya mempergunakan ayam dengan lima warna, dengan tambahannya seekor meri dan seekor binatang berkaki empat yang berupa “kucit hitam butuhan”.
  • Dilaksanakan pada tilem kepitu atau kajeng kliwon uwudan (bulan mati pada sasih kepitu) yang dipersembahkan kepada “Bhatari Durga’ karena Beliau sebagai penjaga karang atau palemahan beserta penghuninya agar senantiasa berada dalam lindunganNya, tentram, rahayu sekala niskala.
Karena sebuah upacara Bhuta Yadnya disebutkan IdaBagusBajra dalam lontar Bali, disamping untuk memohon kehadapan Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa) agar beliau memberi kekuatan lahir bathin, 
juga untuk menyucikan dan menetralisir kekuatan-kekuatan yang bersifat negatif yang disebut bhuta kala tersebut sehingga dapat berfungsi dan berguna bagi kehidupan manusia.
***