Bali

Bali sebagai sebuah pulau kecil di hamparan katulistiwa Nusantara dimana sejak masa prasejarah telah ikut serta dalam pertumbuhan seni budaya yang menjadi akar dari perkembangan kebudayaan Nasional.
  • Sejarah Pulau Dewata Bali diwali sebelum tahun 2500 SM, mungkin saja sama seperti halnya di beberapa pulau lain di Nusantara ini yang dahulu dalam sejarahnya dihuni oleh penduduk yang tergolong ras Negrito yang mengusung kebudayaan Paleolitikum dalam beragam bentuk karya-karya tradisional Bali yang mengalami akulturasi seni budaya dari zaman ke zaman.
  • Dahulu masyarakat Bali Kuno merupakan pemeluk dari Siwa Buddha yang ajarannya berhubungan dengan Ketuhanan untuk mengetahui hakekat kebenaran yang sejati.
    • Tri Hita Karana, pedoman atau konsep masyarakat Hindu dalam hal hubungan harmonis yang wajib dijaga umat manusia.
    • Tri Kahyangan (Pura Kahyangan Tiga), sebagai pemujaan Tri Murti (Tiga Dewa Utama) yang ada di setiiap desa adat di Bali.
  • Adat Budaya Bali merupakan salah satu daya tarik pariwisata di Bali dalam hal seni budaya untuk dapat menambah nilai dari rasa keindahan dan estetika.
  • Suku Bali merupakan suatu kelompok manusia yang terikat oleh kesadaran akan kesatuan adat-istiadat dan kebudayaannya dengan kesadaran yang diperkuat oleh adanya bahasa yang sama.
    • Nama Khas Nak Bali sebagai penanda urutan kelahiran yang diberikan untuk membedakan jenis kelamin dan gelar warisan turun temurun yang melekat.
    • Bahasa Bali kuno sebagai bahasanya orang-orang Suku Bali, juga disebutkan disamping mengandung banyak kata sansekerta, juga kini dipengaruhi oleh bahasa Jawa-Kuno dari jaman Majapahit.
  • Bali dikenal dengan masyarakat yang multikultural yang selalu menghormati dan menghargai perbedaan yang ada dalam konsep desa,kala,patra dan kuna dresta, maupun desa/drsta mawa cara, adalah prinsip yang sampai saat ini masih berlaku bahkan oleh komunitas maupun lembaga-lembaga terkait cenderung untuk dipertahankan.
  • Ngayah sebagai kewajiban sosial masyarakat Bali sebagai penerapan ajaran karma marga yang dilaksanakan secara gotong royong dengan hati yang tulus iklas baik di banjar maupun di tempat suci yang merupakan replikasi dari makrokosmos.
***