Personal God

Personal God, pada umumnya disebut sebagai pribadi Tuhan atau Tuhan yang berkepibadian yaitu :
Beliau yang dalam berbagai wujud-Nya dan hanya dapat dijangkau oleh rasa atau daya pikir manusia. 
Secara garis besar disebutkan pula bahwa berkepribadian ini dapat dibagi menjadi dua bagian seperti halnya :
  • Dalam keadaan Sagunam disebut pula dengan istilah personal God with attributes. 
  • Sedangkan Siwatma yaitu Tuhan sebagai jiwa semua makhluk yang disebut pula dengan istilah Personal God as individual soul.
Sebagai Personal God yaitu dalam wujud Saguna Brahman contohnya dalam keyakinan umat Hindu (Panca Sradha) disebutkan bahwa :
Yang dipuja bertujuan untuk dapat menuju Tuhan yang digambarkan sebagai pribadi dan dibayangkan dalam wujud yang Maha Agung oleh alam pikiran manusia secara empiris.
Meski Brahman tidak terjangkau oleh pemikiran manusia namun jikalau Beliau menghendaki dirinya terlihat dan terwujud, hal itu sangatlah mudah dilakukan seperti halnya antara memuja Tuhan dan Dewa  sebagaimana disebutkan :
Menurut Piagam Besakih berkaitan dengan Padma Bhuwana Tiga, Tuhan dipuja sebagai Sang Hyang Tri Purusa (Tiga Manifestasi Tuhan sebagai jiwa alam semesta). 
Beliau menjadikan diri-Nya berbagai wujud ilahi dalam bentuk dewa-dewi.
dengan penuh kebijaksanaan untuk dapat menganugerahkan karunia kepada mereka yang bersinar cemerlang.
Berkaitan dengan Personal God diatas dinyatakan pula menurut beberapa referensi seperti dalam konsep ketuhanan dalam agama Hindu yaitu :
  • Tuhan menurut monotheisme Trancendent digambarkan dalam wujud Personal God (Tuhan Yang Maha Esa Berpribadi). 
  • Sedangkan menurut monotheisme Immanent, Tuhan Yang Maha Esa selalu digambarkan Impersonal God. 
Memang menyembah Tuhan Yang Maha Esa yang abstrak (Impersonal God) tanpa mempergunakan sarana jauh lebih sulit dibandingkan dengan menyembah Tuhan Yang Personal God melalui Bhakti dan Karma Marga.

Tuhan Yang Maha Esa di dalam Veda juga digambarkan sebagai Personal God, dapat dibagi menjadi tiga kategori:
  1. Penggambaran Antrophomorphic: sebagai manusia dengan berbagai kelebihan seperti bermata seribu, berkaki tiga, bertangan empat dan sebagainya.
  2. Penggambaran Semianthrophomorphic: sebagai setengah manusia atau setengah binatang. Hal ini lebih menonjol dalam kitab-kitab Purana seperti dewa Ganesha (manusia berkepala gajah), Hayagriwa (manusia berkepala kuda, dan sebagainya.
  3. Penggambaran Unantrophomorphic: tidak sebagai manusia melainkan sebagai binatang saja, misalnya Garutman (Garuda), sebagai tumbuh-tumbuhan, misalnya Soma dan lain-lain.
Referensi tambahan dalam  :
  • Cudami. 1989. Pengantar Agama Hindu Untuk Perguruan Tinggi. Yayasan Dharma Sarathi: Jakarta
  • Titib, I Made. 2003. Teologi & Simbol-Simbol dalam Agama Hindu. Penerbit Paramita: Surabaya.
Demikian dijelaskan sekila tentang Personal God dalam berbagai wujud-Nya untuk dapat menganugerahkan karunia kepada mereka yang bersinar cemerlang.
***