Hita

Hita berarti keharmonisan hidup dimana disebutkan :
  • Tri Hita Karana sebagai pedoman hidup yang wajib dijaga umat manusia yaitu :
    • Hubungan dengan Tuhan,
    • Hubungan dengan sesama manusia.
    • Hubungan dengan lingkungan.
  • Buta Hita, bertujuan untuk mensejahterakan alam ini yang dibangun dari unsur-unsur Panca Maha Bhuta;
    • Dimana terjadinya keselarasan di bhuwana agung (alam semesta) maupun di bhuwana alit (tubuh manusia),
    • Sehingga pada nantinya dapat menimbulkan kekuatan positif bagi kehidupan ini.
Sebagai warisan budaya Bali, hubungan yang harmonis antar umat dalam kerukunan hidup beragama oleh mareta's world and love disebutkan juga dari dahulu hingga kini tetap diwarisi yaitu berupa kearifan-kearifan lokal yang perlu dilestarikan terus. 
  • Kearifan masa lalu, ketika kerajaan Hindu di Bali bersentuhan dan mengenal agama lain, pada masyarakat Bali muncul rasa persaudaraan yang tulus. 
  • Dalam konsep menyama braya, mereka hingga kini dengan tulus menyebut umat beragama :
    • Islam sebagai “Nyaman Tiang Selam” (Saudara saya beragama Islam), 
    • demikian pula “Nyama Kristen” (Saudara Kristen) kepada mereka yang beragama Kristiani 
    • dan untuk etnis China disebut sebagai “Nyama Kelihan” (saudara yang lebih tua). 
Implikasi selanjutnya adalah hari-hari raya mereka, semuanya disebut dengan Galungan, seperti 
  • Galungan China untuk menyebut hari Imlek, 
  • Galungan Kristen untuk menyebutkan hari raya Natal 
  • Dan Galungan Selam untuk menyebutkan Idul Fitri. 
Kearifan tidak hanya dalam prilaku dan pergaulan sehari-hari, tetapi juga dalam hal pelaksanaan upacara agama.

Contohnya dalam toleransi umat beraga di Kabupaten Karangasem, saudara-saudara umat Islam biasa mengunjungi dan juga membantu suksesnya sebuah upacara agama yang dilaksanakan oleh umat Hindu
  • Namun dalam penyiapan hidangan umat Hindu sangat menyadari apa yang harus dilakukan dan yang mana tidak boleh atau merupakan pantangan. 
  • Oleh karenanya masyarakat mengenal jenis hidangan yang disebut,”Selaman” (Makanan khas Islam) misalnya :
  • Tidak menggunakan daging babi, tetapi khusus kambing dan bahkan ketika mulai kambingnya disembelih, memasak dan menyajikannyapun diserahkan sepenuhnya kepada saudara-saudara yang yang beragama Islam untuk melayani mereka yang beragama Islam.
Sehingga dengan demikian terjadi kerukunan atar umat beragama dalam menjaga keharmonisan hidup ini, karena manusia juga disebutkan sebagai makhluk sosial yang membutuhkan hubungan dan interaksi sosial dengan sesama manusia. 
Sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan kerja sama dengan orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan material, kebutuhan spiritual, maupun kebutuhan akan rasa aman.
***