Seni Keagamaan

Seni Keagamaan adalah jenis seni sakral yang biasanya menyertai masing-masing pelaksanaan Panca Yadnya dimana dalam budaya Hindu oleh ayu maha disebutkan dengan ciri khas yaitu :
  • Tidak pernah disewakan. 
  • Seni ini ditunjukkan hanya dalam hubungannya dengan pelaksanaan upacara keagamaan.
  • Berfungsi sebagai pelaksana atau “pemuput” karya
  • Pelakunya menggunakan alat-alat perlengkapan upacara yang khas.
  • Beberapa jenis seni wali profan ada juga yang mepasupati, seperti Seni Tari Sanghyang. 
    • Tetapi kebanyakan tidak bertujuan untuk memiliki kekuatan gaib untuk menarik ditonton;
    • Melainkan hanya berfungsi sebagai alat pelaksanaan upacara.
  • Beberapa contoh seni sakral/wali, yaitu Seni Tari Rejang, Suara Warga Sari, Tabuh Gambang dan Bangunan Padmasana.
Sehubungan dengan pelaksanaan Panca Yadnya, adapun jenis-jenis seni yang dapat mengiringi yang bersifat sakral antara lain:
  • Seni Tari antara lain terdiri atas Rejang, Pendet, Baris, Sanghyang, Bedaya Semar,Tor-tor dan Gantar.
  • Seni Suara antara lain terdiri atas Wargasari, Gending Sanghyang, Sekar Madya, Sekar Agung, dan Sloka/Palawakya.
  • Seni tabuh antara lain terdiri atas Gambang, Saron, Selonding, Gong Beri, Gong Luwang, Angklung dan Gender Wayang.
  • Seni Bangunan antara lain terdiri atas Padmasana, Meru, Gedong, Rong Tiga (kemulan), Candi Bentar, dan Tugu Karang sebagai salah satu tempat suci pekarangan rumah
    .
***