Aja Were

Emas

Emas adalah logam yang penuh dengan sinar-sinar kesucian yang pada zaman dahulu digunakan sebagai salah satu sarana panca datu sebagaimana dikisahkan dalam tapak-tapak suci Rsi Makandeya.

Dan sampai saat ini pun masyarakat Hindu Bali menggunakan emas sebagai salah satu sarana dalam upacara seperti misalnya dalam hal mendem pedagingan yang bertujuan untuk dapat memfungsikan dan menghidupkan bangunan atau pelinggih - pelinggih suci pada sebuah pura.

Demikian pula halnya untuk mencapai kesucian dan keseimbangan rohani jasmani yang dalam kitab sarasammuscaya sebagimana dikatakan;

Seperti keberadaan seorang pandai emas yang sedang melebur emas, jika kurang cakap dan giat proses peleburan berlangsung lama; 

Sebaliknya jika cakap dan giat, emas itu dapat dengan cepat dilebur. 

Demikianlah keberadaan sang jiwa dalam usaha pembersihannya agar menjadi suci dan bebas dari ego angkara
  • Jika cerdas dan berusaha dengan giat niscaya jiwa dengan cepat dapat disucikan; 
  • Sebaliknya jika bodoh dan malas, meskipun dalam beratus-ratus inkarnasi jiwa belum juga bisa disucikan. 
Bagaikan orang yang secara rutin membersihkan badannya, ia tidak memerlukan waktu lama untuk mandi; 
Tidak demikian halnya dengan orang yang jarang mandi, diperlukan waktu lama dan usaha yang keras agar dapat terbebas dari kotoran. 

Begitupun kemarahan, kerakusan, dan segala bentuk pencemaran indra-indra harus dibersihkan dengan giat dari badan. 
  • Cara menghilangkan kemarahan janganlah ambil hati hinaan. 
  • Cara menghilangkan birahi sesat jangan sampai dirasuki asmara buta. 
  • Cara menghilangkan kebodohan tinggalkanlah kebingungan. 
  • Cara menghilangkan keserakahan/kerakusan, sadarlah terhadap kemampuan diri dan puaskan hati. cara menghilangkan ikatan duniawi, sadarlah akan hakekat segala sesuatu yang tidak pernah abadi. 
Dan adapun harapan/khayalan akan tercapainya sesuatu dileyapkan oleh kesadaran akan kuasa takdir. 
  • Kelekatan pada kemewahan dan kesenangan dileyapkan oleh ketidakterlekatan diri padanya. belenggu cinta dan kasih sayang dapat dikendorkan oleh keyakinan akan ketidakkekalan hidup. 
  • Kesombongan diberantas oleh kasih sayang, nafsu dilenyapkan oleh perasaan puas dan gembira; 
Demikian sebagaimana ditambahkan filosofinya.
***